Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Addressing the Moral Crisis Among Generation Z: Islamic Religious Education Teachers’ Responses in the Era of Social Connectivity Amma Ainun; Ruslan Ruslan; Kaharuddin Kaharuddin; Ikhsan Maulana; Hermansyah Hermansyah; Agus Setiawan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7340

Abstract

The rapid expansion of social connectivity and digital media has reshaped adolescents’ moral environments, posing new challenges for moral and religious education. Generation Z students, as digital natives, increasingly negotiate moral values through online interactions that may conflict with religious and educational norms. This study examines how social connectivity influences the moral challenges faced by Generation Z students and explores the responses of Islamic Religious Education (PAI) teachers within a culturally Islamic context. This study employed a qualitative descriptive design conducted in junior and senior high schools in Bima City, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews with 15 PAI teachers and 20 students, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s framework to identify recurring patterns related to moral behavior, digital engagement, and teacher responses. The findings reveal that intensive social media use contributes to technology dependency, weakened moral reflection, declining respect for authority, and reduced engagement in religious activities. Moral decision-making among students is often shaped by peer validation and online visibility. In response, PAI teachers adopt adaptive pedagogical strategies, including integrating digital ethics into religious instruction, reinforcing discipline, and collaborating with parents and counseling services. The study highlights teacher agency as a critical mediator between digital culture and moral development, suggesting that religious education remains relevant when responsive to students’ socio-digital realities.
Pendekatan Psikologis dalam Pendidikan Islam: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital Amma Ainun; Fitriani Fitriani; Saifuddin Saifuddin; Nurma Nurma; Nasaruddin Nasaruddin; Ruslan Ruslan
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.576

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Peserta didik semakin rentan terhadap distraksi, kecanduan gawai, dan melemahnya internalisasi nilai akhlak. Kondisi ini menuntut pendidikan Islam untuk tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan dimensi psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan psikologis dalam pendidikan Islam sebagai strategi menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data primer berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik, serta data sekunder dari laporan penelitian dan dokumen terkait. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan psikologis berperan penting dalam memahami karakteristik emosional, kognitif, dan perilaku peserta didik, sehingga pendidikan Islam dapat lebih adaptif menghadapi era digital. Dampak temuan ini memperlihatkan bahwa penguatan motivasi intrinsik, pengendalian diri, dan internalisasi nilai Islam yang kontekstual dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran agama. Penelitian ini merekomendasikan keterlibatan kolaboratif antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan strategi psikologis dengan nilai-nilai Islami, serta mendorong penelitian empiris lanjutan untuk menguji efektivitas penerapan pendekatan ini. Dengan demikian, pendidikan Islam mampu melahirkan generasi berakhlak mulia, cerdas emosional, dan resilien menghadapi dinamika global.
Sinergi Tri Pusat Pendidikan dalam Mencegah Kriminalisasi Remaja: Studi Kasus Migrasi Musiman Orang Tua di Belo Selatan Amma Ainun; Nurlaila Nurlaila; Muslimin Muslimin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.580

Abstract

Fenomena kriminalisasi remaja di Belo Selatan semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya praktik migrasi musiman orang tua yang meninggalkan anak tanpa pengawasan intensif. Kondisi ini melahirkan berbagai bentuk kenakalan dan tindak kriminal, seperti pencurian, perkelahian, hingga keterlibatan dalam peredaran obat terlarang. Latar belakang tersebut menegaskan urgensi penelitian untuk memahami pola kriminalisasi remaja akibat migrasi orang tua serta merumuskan strategi pencegahan berbasis sinergi tri pusat pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Belo Selatan, Kabupaten Bima. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan remaja, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa, serta orang tua migran. Data sekunder diperoleh dari dokumen desa, laporan kepolisian, arsip sekolah, dan literatur akademik terkait. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, display, dan verifikasi data dengan pendekatan triangulasi sumber untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kriminalisasi remaja di Belo Selatan dipicu lemahnya pengawasan keluarga, minimnya program protektif sekolah, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan sosial. Peran tri pusat pendidikan masih berjalan parsial, belum terintegrasi secara sistematis. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan Forum Sinergi Tri Pusat Pendidikan Desa (FSTPPBelo), penerapan protokol pengasuhan jarak jauh, penguatan program ekstrakurikuler protektif, mekanisme pelaporan terpadu, dan inisiatif ekonomi berbasis masyarakat. Kesimpulannya, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan strategi paling realistis dan kontekstual dalam mencegah kriminalisasi remaja di wilayah dengan intensitas migrasi musiman orang tua.