Harmina
UIN ANTASARI, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Islam (Paradigma Islam Wasathiyah, Ummatan Wasathan, Toleransi Dan Moderasi Beragama) Harmina; Husnul Yaqin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan Islam dalam perspektif paradigma Islam wasathiyah, ummatan wasathan, toleransi, dan moderasi beragama, serta mengkaji implementasinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap berbagai sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, inklusif, dan berkeadaban melalui internalisasi nilai-nilai keseimbangan (tawazun), keadilan (i’tidal), dan toleransi (tasamuh). Konsep ummatan wasathan menjadi landasan normatif dalam membangun identitas umat yang adil dan menjadi teladan dalam kehidupan sosial. Implementasi nilainilai tersebut dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, proses pembelajaran yang dialogis, serta pembentukan budaya pendidikan yang inklusif. Namun, terdapat berbagai tantangan dalam implementasinya, seperti pendekatan pembelajaran yang masih tekstual, rendahnya literasi keagamaan, serta pengaruh media digital yang berpotensi menyebarkan paham ekstrem. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi pendidik, serta sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama secara berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan generasi ummatan wasathan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan berkeadaban.
Paradigma Dakwah Digital Moderatif: Integrasi Ekologi Media Dan Algoritma Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Harmina; Ani Cahyadi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi dakwah di era digital mengubah pola penyebaran ajaran Islam melalui media sosial dan platform berbasis algoritma. Perubahan ini memunculkan tantangan berupa pergeseran otoritas keagamaan, penyederhanaan ajaran, dan polarisasi narasi keagamaan di ruang digital. Penelitian ini bertujuan merumuskan paradigma dakwah digital moderatif yang mengintegrasikan ekologi media, algoritma digital, dan Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui analisis isi dan analisis tematik terhadap berbagai literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital dan algoritma berpengaruh besar dalam membentuk wacana serta pemahaman keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam perlu menghadirkan dakwah yang edukatif, adaptif, dan moderatif guna membangun pemahaman Islam yang inklusif, toleran, dan kontekstual di era digital.
Transformasi Religiusitas Perempuan Banjar Melalui Majelis Taklim di Kalimantan Selatan Harmina; Salamah; Fahmi Hamdi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the transformation of Banjar women’s religiosity through majelis taklim in South Kalimantan and to identify the forms, factors, and impacts of these religious transformations on women’s social and spiritual lives. The study employed a qualitative approach with a case study design to gain an in-depth understanding of women’s religious experiences within the Banjar cultural context. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of activities conducted in several majelis taklim in South Kalimantan. Data analysis was carried out thematically through transcription, coding, categorization, and interpretation processes. The findings reveal that majelis taklim functions as a space for religious transformation that contributes to the improvement of worship practices, changes in social behavior, more polite communication patterns, the adoption of religious clothing, and the strengthening of spiritual awareness among Banjar women. These transformations are influenced by religious social environments, family support, religious leaders, majelis taklim communities, digital da’wah media, and personal spiritual needs. This study also finds that majelis taklim contributes to strengthening social solidarity, family education, women’s participation in socio-religious activities, and the formation of Islamic identity among Banjar women within the framework of local culture. The novelty of this study lies in its analysis of the relationship between majelis taklim, Banjar culture, and the reinforcement of local Muslim women’s religious identity in contemporary South Kalimantan society.