Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Pola Makan Untuk Meningkatkan Status Gizi Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang Padang Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 5 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i5.2219

Abstract

Permasalahan gizi di Indonesia merupakan salah satu persoalan utama dalam pembangunan manusia. Sebagai salah satu negara dengan kompleksitas kependudukan yang sangat beraneka ragam, Indonesia dihadapi oleh dinamika persoalan gizi buruk. Data Kemenkes RI pada tahun 2020, ditemukan balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,8% dan gizi kurang sebesar 14,0% dan tahun 2021 gizi buruk sebesar 3,9% dan gizi kurang sebesar 13,8%. Beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi balita yaitu faktor internal (nilai cerna makanan, status kesehatan, penyakit infeksi, umur balita, jenis kelamin balita, riwayat ASI Eksklusif, riwayat MP-ASI, dan asupan makanan). Faktor eksternal (pendidikan ibu, pekerjaan, jumlah anak, pengetahuan, ketersediaan pangan, pola konsumsi pangan, ekonomi, pemeliharaan kesehatan dan lingkungan fisik). Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Puskesmas Ambacang bahwa ditemukan peningkatan balita gizi kurang selama 3 tahun terakhir yaitu pada tahun 2020 kasus gizi kurang sebesar 40 orang, tahun 2021 sebesar 55 orang dan tahun 2022 sebesar 84 orang. Survey awal yang peneliti lakukan di Puskesmas Ambacang Padang, dengan melihat 10 catatan rekam medis balita, didapatkan 2 orang (20%) balita mengalami gizi buruk, 3 orang (30%) balita mengalami gizi kurang, 1 orang (10%) balita mengalami gizi lebih dan 4 orang (30%) balita mengalami gizi baik.
Pendidikan Kesehatan Tentang Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Kualitas Tidur Pada Anak Usia Remaja Di SMP Negeri 25 Padang Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma; Syalvia Oresti; Ledia Restipa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 5 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i5.2220

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat membawa banyak dampak positif dan negatif bagi berbagai kalangan, termasuk remaja. Salah satu fenomena yang marak adalah penggunaan gadget (smartphone, tablet, laptop) dalam keseharian ramaja, baik untuk aktivitas belajar maupun hiburan. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas tidur, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak-anak remaja. Berdasarkan laporan dari Newzoo yang merupakan perusahaan Global Games Market Report, statistik dan analisis menyatakan bahwa penggunaan gadget terbesar pada tahun 2020 dengan jumlah 953,55 juta pengguna di tempati oleh negara Tiongkok. Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan, dimana kualitas tidur yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, daya konsentrasi, dan emosi yang stabil. Penggunaan gadget yang berlebihan, terutama menjelang tidur, telah dikaitkan dengan gangguan tidur, seperti tidur yang tidak nyenyak, sulit tidur, dan terbangun ditengah malam. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis pada bulan September 2025 di SMP Negeri 25 Padang, jumlah siswa kelas 7 sebanyak 263 dan kelas 8 sebanyak 256. Beberapa siswa dan siswi memiliki smartphone milik pribadi sehingga penggunaan gadget tidak dibatasi oleh orang tua karena selain digunakan untuk belajar juga digunakan untuk pemakaian pribadi sebagai hiburan seperti bermain game dan media sosial.
Hubungan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menstruasi ASI Dengan Kejadian Pruritus Vulvae Pada Remaja Putri Kelas VII Di SMP Negeri 12 Padang Anggia Flosty Amarha; Sari Indah Kesuma; Conny Oktizulvia
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2070

Abstract

Remaja putri pada masa awal menstruasi rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai personal hygiene. Berdasarkan data (WHO, 2021), angka kejadian gangguan reproduksi akibat buruknya personal hygiene saat menstruasi pada wanita prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada remaja di dunia yaitu pruritus vulvae 25%-50%. Indonesia terdapat sejumlah 5,2 juta remaja putri kerap mengalami ketidaknyamanan pasca menstruasi akibat kebersihan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 12 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada 11 Agustus-13 Agustus 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII SMP Negeri 12 Padang yang berjumlah 102 orang, dengan sampel 68 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan personal hygiene dan kejadian pruritus vulvae. Dengan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 responden (41,2%) mengalami pruritus vulvae kategori sedang dan sebanyak 25 responden (36,8%) memiliki pengetahuan personal hygiene kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae (p-value 0,001). Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan personal hygiene saat menstruasi berhubungan dengan meningkatnya kejadian pruritus vulvae. Oleh karena itu, diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkesinambungan, serta memberikan motivasi agar remaja putri lebih peduli dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi.
Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang Dea Elanda Putri; Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1061

Abstract

Prevalensi section caesarea di Kota Padang tahun 2023 sebanyak 23% ibu menjalani persalinan sectio caesarea. Persalinan dengan operasi sectio caesarea akan timbul rasa nyeri hebat pada hari pertama setelah anastesi hilang dan lebih terasa saat luka jahitan mengering. Salah satu tindakan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri adalah terapi progressive muscle relaxation. Tujuan penelitian untuk diketahui pengaruh terapi muscle progressive relaxation terhadap skala nyeri pada pasien post sectio caesarea di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre Eksperiment Design dengan jenis rancangan Pre-Post Test One Group Design. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – September 2025. Pengumpulan data tanggal 03 - 21 Juli 2025. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien post operasi di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang pada bulan Juli berjumlah 11 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rerata skala nyeri sebelum diberikan terapi progressive muscle relaxation adalah mean 5,09 dan rerata skala nyeri sesudah diberikan terapi progressive muscle relaxation adalah mean 3,18. Ada pengaruh terapi progressive muscle relaxation terhadap tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea di Ruangan Kebidanan RSUD Dr. Rasidin Padang (pvalue=0,004). Kesimpulan penelitian terapi progressive muscle relaxation terhadap tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea. Diharapkan perawat dan bidan pelaksana di ruang kebidanan dapat menerapkan terapi progressive muscle relaxation sebagai terapi alternatif untuk membantu mengurangi atau mengatasi nyeri post sectio caesarea.