Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Kualitas Tidur Pada Anak Usia Remaja Di SMP Negeri 25 Padang Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma; Syalvia Oresti; Ledia Restipa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 5 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i5.2220

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat membawa banyak dampak positif dan negatif bagi berbagai kalangan, termasuk remaja. Salah satu fenomena yang marak adalah penggunaan gadget (smartphone, tablet, laptop) dalam keseharian ramaja, baik untuk aktivitas belajar maupun hiburan. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas tidur, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak-anak remaja. Berdasarkan laporan dari Newzoo yang merupakan perusahaan Global Games Market Report, statistik dan analisis menyatakan bahwa penggunaan gadget terbesar pada tahun 2020 dengan jumlah 953,55 juta pengguna di tempati oleh negara Tiongkok. Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan, dimana kualitas tidur yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, daya konsentrasi, dan emosi yang stabil. Penggunaan gadget yang berlebihan, terutama menjelang tidur, telah dikaitkan dengan gangguan tidur, seperti tidur yang tidak nyenyak, sulit tidur, dan terbangun ditengah malam. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis pada bulan September 2025 di SMP Negeri 25 Padang, jumlah siswa kelas 7 sebanyak 263 dan kelas 8 sebanyak 256. Beberapa siswa dan siswi memiliki smartphone milik pribadi sehingga penggunaan gadget tidak dibatasi oleh orang tua karena selain digunakan untuk belajar juga digunakan untuk pemakaian pribadi sebagai hiburan seperti bermain game dan media sosial.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Belimbing Kota Padang Insyra Inaya Putri; Ledia Restipa; Helmanis Suci
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.2007

Abstract

Lansia (lanjut usia) orang yang berusia ≥60 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi salah satunya mengalami fungsi penurunan jantung (perubahan fungsional) atau tekanan darah tinggi. Ini adalah masalah kesehatan umum yang bisa berdampak serius jika tidak dikelola dengan baik. Kota Padang tahun 2023 mencatat kejadian hipertensi mencapai 165.555 jiwa dan Puskesmas Belimbing pada tahun 2023 penderita hipertensi mencapai 4895 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data penelitian dilakukan dari tanggal 7-21 Juli 2025 di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia melakukan kunjungan ke Puskesmas Belimbing dari bulan Mei-Juli sebanyak 473 lansia, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling berjumlah 41 responden. Data dikumpul melalui rekam medik dan menggunakan kuesioner dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi-Square. Hasil penelitian banyak didapatkan (48.8%) mengalami krisis hipertensi dan (29.3%) hipertensi stadium II, banyak didapatkan (39%) mengalami stres berat dan (34.1%) mengalami stres sedang. Ada hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025 (p=0,001). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada lansia. Disarankan Kepada tenaga kesehatan Puskesmas agar melibatkan keluarga dalam perawatan lansia hipertensi dan melakukan pemeriksaan tekanan darah minimal sebulan sekali. Keluarga diharapkan aktif mengelola stres lansia dengan dukungan emosional, lingkungan tenang, serta mendorong relaksasi dan aktivitas fisik ringan.
Pengaruh Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Krja Puskesmas Andalas Lutfi Dwi Acpa; Ledia Restipa; Rika Syafitri
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2068

Abstract

Lansia memiliki risiko jatuh yang tinggi akibat penurunan fungsi keseimbangan dan kekuatan otot postural. Pada Puskesmas Andalas, sekitar 60% lansia tergolong berisiko jatuh sedang hingga tinggi berdasarkan skor Berg Balance Scale (BBS). Latihan Tandem Walking Exercise (TWE) merupakan metode yang dapat meningkatkan keseimbangan dan stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh TWE dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Andalas tahun 2025. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain pre-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dari Maret-Agustus 2025 dengan pengambilan data antara 26 Mei-21 Juni 2025. Populasi penelitian ini mencankup seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dan Sampel yang diambil sebanyak 17 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi TWE dilakukan selama 4 minggu (3 sesi/minggu, 10 menit/sesi), dengan resiko jatuh diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS). sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon signed rank test (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian di dapatkan Rata-rata resiko jatuh sebelum di lakukan tandem walking exercise pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas yaitu 24.88 dan rata-rata resiko jatuh sesudah di lakukan tandem walking exercise pada lansia yaitu 50.41 dengan selisih 23.59 serta adanya pengaruh signifikan dari latihan tandem walking exercise terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia, dengan p-value 0,000. Kesimpulan penelitian ini ada Pengaruh Dari Tandem Walking Exercise Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia. Saran bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Andalas untuk menerapkan TWE sebagai intervensi keperawatan guna meningkatkan keseimbangan lansia dan mencegah jatuh pada lansia.
Pengaruh Penerapan Biological Nurturing Baby Led Feeding Terhadap Penurunan Nyeri Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Rsud Dr. Rasidin Padang Tiara Salsabila Shakira; Rischa Hamdanesti; Ledia Restipa
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1433

Abstract

Nyeri pasca operasi sectio caesarea merupakan masalah yang sering terjadi dengan angka kejadian global sebesar 58%–75% menurut International Association for the Study of Pain (IASP) tahun 2023. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (2018) melaporkan bahwa 17,6% dari total persalinan mengalami nyeri pasca sectio caesarea, dengan distribusi 66% nyeri sedang, 7,7% nyeri berat, dan 25,7% nyeri ringan. Di RSUD Dr. Rasidin Padang, jumlah ibu post operasi sectio caesarea pada tahun 2024 sebanyak 286 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan biological nurturing baby led feeding terhadap penurunan nyeri pada ibu post partum sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan pre-post test one group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2025, dengan pengumpulan data pada tanggal 8–19 Juli 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pasien post operasi sectio caesarea di ruang kebidanan, dengan sampel sebanyak 16 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi adalah 6,50 dan menurun menjadi 3,56 setelah penerapan biological nurturing baby led feeding. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan biological nurturing baby led feeding efektif dalam menurunkan nyeri pada ibu post partum sectio caesarea, sehingga disarankan tenaga kesehatan dapat menerapkannya sebagai intervensi langsung dalam pelayanan kebidanan.