Haerani Nur
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Penghambat Anak dalam Akses Pendidikan: Studi Kasus pada Keluarga Anak Jalanan Hilda Haerany Arsyad; Haerani Nur
Journal of Society Counseling Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Society Counseling
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/josc.v4i1.882

Abstract

Street children face educational barriers due to socioeconomic pressures, despite parents' positive views of education. This study aims to identify factors inhibiting street children's education, describe parents' efforts to send their children to school, and understand their expectations of sending their children to school. A qualitative approach was applied through a case study design in two street children's families in Makassar City. Data were collected through in-depth interviews and observations, and analyzed following Creswell's data analysis stages. The results show that educational barriers are divided into two categories: internal barriers in the form of low motivation and interest in learning, while external barriers include family factors, economic factors, distance and access to school, the environment and peers, and the pandemic. Despite these obstacles, parents continue to strive for their children's education through hard work, motivation, adaptation to limitations, communication with schools, and seeking help and support. Parents do this because they hope for a better future for their children, and children will avoid social risks, character development, social capital, and improved family conditions. The implications of this study emphasize the need for policies that are more responsive to the conditions of street children and a more flexible and empathetic learning approach.
Pelatihan Pemaafan untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Perempuan dengan Orang Tua Berselingkuh Andi Anggita Trijanutami; Rohmah Rifani; Haerani Nur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13487

Abstract

Anak perempuan yang mengetahui bahkan menjadi saksi perselingkuhan orang tua sering kali merasa terabaikan, tidak dihargai, dan kesulitan dalam memproses perasaan mereka, dan memaafkan keadaan dan kejadian yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan Pemaafan untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan Dengan Orang Tua Berselingkuh. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan dengan rentan usia 18-24 tahun yang orang tuanya berselingkuh sebanyak 8 orang partisipan dengan kategori penerimaan diri rendah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pemaafan dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0,012 (p < 0,05) . Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pelatihan Pemaafan dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan dengan orang tua berselingkuh. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi individu yang mengalami kesulitan dalam memaafkan dan memiliki tingkat penerimaan diri yang rendah akibat pengalaman emosional tertentu, seperti konflik dalam keluarga.Selain itu temuan dari penelitian ini juga mampu memperkuat teoritis dan memberikan pemahaman terkait dengan pemaafan dan juga penerimaan diri pada anak. Dan bagi orang tua mampu memberikan gambaran tentang pemahaman bagaimana penerimaan diri pada anak akan sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka.
Eksplorasi Kecemasan Ibu Terhadap Masa Depan Remaja dengan Sindrom Down Salsabila Qur'ana Putri S; Haerani Nur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kecemasan ibu terhadap masa depan remaja dengan sindrom down, melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari ibu yang memiliki remaja dengan sindrom down sebagai subjek utama, dan turut melibatkan beberapa significant others yang memberikan informasi pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam serta dokumen terkait, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan ibu terhadap masa depan remaja dengan sindrom down bersumber dari berbagai aspek, meliputi pendidikan, kemandirian dan sosialisasi, perkembangan pubertas, serta kondisi kesehatan remaja di masa depan. Kecemasan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti vonis dokter, stigma dan perlakuan negatif dari lingkungan, kekhawatiran terhadap keberlanjutan peran pengasuhan, serta pengalaman keluarga lain dengan kondisi serupa. Kecemasan yang dialami berdampak pada aspek psikologis, fisik, keluarga, dan interaksi sosial ibu. Untuk mengelola kecemasan tersebut, ibu menggunakan strategi problem-focused coping dan emotion-focused coping secara dinamis sesuai dengan kondisi dan tuntutan pengasuhan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pihak terkait seperti orang tua, tenaga pendidik, serta lembaga penyedia layanan disabilitas dalam mengembangkan bentuk intervensi dan dukungan yang lebih responsif terhadap kebutuhan keluarga yang memiliki remaja dengan sindrom down.