This Author published in this journals
All Journal REKAYASA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Ketahanan Luntur dan Ketuaan Warna pada Kain Ecoprint Teknik Pounding dengan Variasi Konsentrasi Jeruk Nipis sebagai Fiksator Alami Ahmad Satria Budiman; Amelia Tri Budi Astuti
Rekayasa Vol 19, No 1: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.33905

Abstract

Ecoprint merupakan teknik pewarnaan tekstil yang memanfaatkan pigmen alami dari daun, namun masih menggunakan fiksator berbasis logam, seperti tawas dan tunjung, yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif fiksator alami yang lebih ramah lingkungan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan evaluasi komprehensif terhadap penggunaan jeruk nipis sebagai fiksator alami pada kain ecoprint teknik pounding melalui pengujian ketahanan luntur warna, ketuaan warna, dan analisis statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan jeruk nipis sebagai fiksator alami pada kain ecoprint teknik pounding. Sampel dibuat menggunakan daun jati dan daun kates Jepang dengan variasi konsentrasi jeruk nipis 30, 50, 70, dan 90 cc/L. Pengujian meliputi ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun dan sinar matahari, ketuaan warna menggunakan spektrofotometer, serta analisis statistik menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi jeruk nipis tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap ketahanan luntur warna, baik terhadap pencucian sabun maupun sinar matahari. Sebaliknya, variasi konsentrasi jeruk nipis memberikan pengaruh signifikan terhadap ketuaan warna dengan kecenderungan nilai optimum pada konsentrasi 70 cc/L. Daun jati menghasilkan ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari yang lebih baik dengan nilai 4–5 (Baik), sedangkan daun kates Jepang menghasilkan ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun yang lebih baik dengan nilai pada rentang 3–4 (Cukup Baik) hingga 4–5 (Baik). Dengan demikian, jeruk nipis berpotensi digunakan sebagai fiksator alami yang lebih ramah lingkungan, meskipun efektivitasnya terhadap ketahanan luntur warna masih perlu dioptimalkan.