Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Exemplary-Based Moral Education in the Development of Students at Islamic Boarding Schools Halimatuzzahrah Halimatuzzahrah; Eva Zulfa; Muhammad Zulfahmi Akbar
Episteme: Jurnal Kajian Mahasiswa Vol. 2 No. 1 (2026): Episteme: Jurnal Kajian Mahasiswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/episteme.v2i1.591

Abstract

This study aims to analyze the implementation of exemplary-based moral education in the development of students at Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kapu. The study is motivated by the challenges faced by Islamic boarding schools in maintaining students’ moral development amid increasingly complex social and technological changes. The focus of the research is directed toward the forms of exemplary implementation, the supporting and inhibiting factors, and its influence on students’ behavior in their daily lives. This study employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation involving the head of the boarding school, teachers, dormitory administrators, and students as research informants. The data were analyzed interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that exemplary-based moral education is implemented through the habituation of daily behaviors directly demonstrated by teachers and dormitory administrators, such as discipline in congregational prayers, the use of polite language, responsibility, and concern for the cleanliness of the boarding school environment. The study also found that exemplary behavior has a positive influence on students’ character formation, particularly in the aspects of discipline, respectfulness, and social responsibility. However, the implementation of moral education still faces several obstacles, including the influence of social media, differences in students’ backgrounds, and limited supervision. This study concludes that exemplary conduct plays an important role in strengthening moral education in Islamic boarding schools because moral values are more easily internalized through real practices and daily interactions.
Manajemen Rekrutmen dan Pengawasan Guru sebagai Strategi Pencegahan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Halimatuzzahrah Halimatuzzahrah; Eva Zulfa
Educational Journal of Islamic Management Vol. 6 No. 1 (2026): Research Article Mei 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ejim.v6i1.8824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen rekrutmen dan pengawasan guru sebagai strategi pencegahan kekerasan seksual di Madrasah Aliyah Swasta KKM 033 Kecamatan Batukliang. Fenomena kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan Islam menuntut adanya penguatan sistem manajemen sumber daya manusia yang lebih preventif dan terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, kategorisasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen guru di madrasah masih menitikberatkan pada aspek administratif, kualifikasi akademik, dan latar belakang keagamaan, sementara aspek integritas personal dan perlindungan peserta didik belum menjadi indikator utama. Pada aspek pengawasan, madrasah telah melaksanakan supervisi dan evaluasi kinerja guru, namun masih terbatas pada aspek pembelajaran dan kedisiplinan kerja. Sistem pembinaan dan mekanisme pelaporan juga belum dirancang secara khusus untuk mendeteksi dan mencegah potensi kekerasan seksual secara dini. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem manajemen sumber daya manusia di madrasah belum sepenuhnya terintegrasi dengan pendekatan perlindungan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan manajemen rekrutmen dan pengawasan guru merupakan elemen penting dalam membangun lingkungan pendidikan Islam yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan fungsi manajemen SDM sebagai strategi preventif dalam perlindungan peserta didik di lembaga pendidikan Islam.
Peran Manajerial Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Muhammad Zulfahmi Akbar; Halimatuzzahrah Halimatuzzahrah
Educational Journal of Islamic Management Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Riset Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ejim.v5i2.8967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajerial kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di SDIT Nurul Hikmah Lantan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berlangsung pada tataran pembelajaran, tetapi telah terintegrasi dalam sistem pengelolaan sekolah melalui fungsi manajerial kepala sekolah. Pada aspek perencanaan, nilai-nilai cinta dirumuskan ke dalam program sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter. Pada aspek pengorganisasian, kepala sekolah membangun kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, dan orang tua dalam pelaksanaan program. Pada aspek pelaksanaan, nilai cinta diwujudkan melalui pembiasaan, keteladanan, serta pola interaksi yang humanis di lingkungan sekolah. Sementara itu, pada aspek pengawasan, kepala sekolah melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan keterlaksanaan program berjalan sesuai tujuan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen ke dalam budaya sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam internalisasi nilai-nilai kemanusiaan di satuan pendidikan.