Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia
Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profil Karakteristik Perilaku Anak dengan Autisme di SLB Sri Soedewi Jambi Berdasarkan Asesmen CARS dan Riwayat M-CHAT Meiyani Oslim; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37627

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman karakteristik perilaku anak dengan autisme sebagai dasar dalam penyusunan intervensi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil karakteristik perilaku anak dengan autisme di SLB Sri Soedewi Jambi berdasarkan hasil asesmen dan riwayat perkembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki hambatan pada interaksi sosial, komunikasi, serta menunjukkan perilaku berulang dengan tingkat keparahan sedang hingga berat. Temuan juga menunjukkan adanya kesesuaian antara indikasi awal dan kondisi aktual anak. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa asesmen perilaku memberikan gambaran penting dalam memahami kondisi anak sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan intervensi yang lebih tepat.
Hasil Identifikasi Anak Dengan Gangguan Sindrom Autisme (GSA) Menggunakan Instrumen CARS dan M-CAT di SLB Unggul Sakti Kota Jambi Septian Hadinata; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37560

Abstract

Suatu upaya yang dilakukannya dalam penelitian ini adalah bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Gangguan Sindrom autisme (GSA) pada beberapa peserta didik, sehingga ditemukanlah salah satu peserta didik yang terindikasi mengidap GSA yang bernama Rafka berusia 7 tahun yang saat ini sedang duduk di bangku kelas 1 di SLB Unggul Sakti Kota Jambi menggunakan instrumen CARS (Childhood Autism Rating Scale) dan M-CAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap orang tua untuk mendapatkan informasi yang akurat. Hasil menunjukkan bahwa Rafka memiliki karakteristik GSA dengan tingkat keparahan sedang berdasarkan skor CARS, serta menunjukkan riwayat risiko GSA tinggi berdasarkan hasil M-CAT yang dilaporkan oleh orang tua. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan instrumen yang tepat untuk diagnosis dan intervensi dini.
Penerapan M-Chat dan CARS dalam Mengidentifikasi Hambatan Komunikasi dan Interaksi Sosial Anak Autisme di SLB-A YAPENTRA Arhe Aan Yesa Purba; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi dan interaksi sosial pada anak autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) A YAPENTRA melalui penerapan instrumen M-CHAT dan CARS. M-CHAT digunakan sebagai alat skrining awal untuk mendeteksi risiko gangguan spektrum autisme, sedangkan CARS digunakan untuk mengukur tingkat keparahan gejala autisme berdasarkan perilaku yang tampak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek beberapa siswa di tingkat dasar SLB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami hambatan dalam komunikasi verbal dan nonverbal, seperti keterbatasan dalam kontak mata, kurangnya respons terhadap panggilan, serta kesulitan dalam mengekspresikan kebutuhan. Selain itu, interaksi sosial siswa juga tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya minat untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan kecenderungan bermain sendiri. Berdasarkan hasil CARS, tingkat keparahan autisme berada pada kategori ringan hingga sedang, yang ditandai dengan adanya perilaku repetitif dan kesulitan dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan M-CHAT dan CARS secara bersamaan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan anak autisme di SLB. Oleh karena itu, hasil identifikasi ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program pembelajaran yang lebih tepat dan intervensi yang sesuai bagi anak autisme.