Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi dan interaksi sosial pada anak autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) A YAPENTRA melalui penerapan instrumen M-CHAT dan CARS. M-CHAT digunakan sebagai alat skrining awal untuk mendeteksi risiko gangguan spektrum autisme, sedangkan CARS digunakan untuk mengukur tingkat keparahan gejala autisme berdasarkan perilaku yang tampak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek beberapa siswa di tingkat dasar SLB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami hambatan dalam komunikasi verbal dan nonverbal, seperti keterbatasan dalam kontak mata, kurangnya respons terhadap panggilan, serta kesulitan dalam mengekspresikan kebutuhan. Selain itu, interaksi sosial siswa juga tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya minat untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan kecenderungan bermain sendiri. Berdasarkan hasil CARS, tingkat keparahan autisme berada pada kategori ringan hingga sedang, yang ditandai dengan adanya perilaku repetitif dan kesulitan dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan M-CHAT dan CARS secara bersamaan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan anak autisme di SLB. Oleh karena itu, hasil identifikasi ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program pembelajaran yang lebih tepat dan intervensi yang sesuai bagi anak autisme.
Copyrights © 2026