Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan bahasa tidak baku terhadap kemampuan berbahasa formal mahasiswa dalam situasi akademik di lingkungan kampus. Fokus kajian meliputi bentuk penggunaan bahasa tidak baku dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, seperti penggunaan bahasa gaul, singkatan, serta campuran bahasa, serta pengaruhnya terhadap kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa formal pada kegiatan akademik seperti diskusi dan presentasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung di lingkungan kampus serta wawancara dengan beberapa mahasiswa. Data yang diperoleh menggambarkan kondisi nyata penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari serta keterkaitannya dengan kemampuan berbahasa formal mahasiswa dalam situasi akademik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa tidak baku masih dominan dalam komunikasi sehari-hari mahasiswa. Kebiasaan tersebut berdampak pada kemampuan berbahasa formal, yang terlihat dari masih adanya penggunaan bahasa tidak baku dalam kegiatan akademik. Mahasiswa cenderung mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat formal secara tepat, serta kurang memperhatikan kaidah bahasa dalam penyampaian materi. Namun demikian, sebagian mahasiswa sudah mulai mampu menyesuaikan penggunaan bahasa sesuai dengan situasi formal.Lingkungan pergaulan dan kebiasaan berkomunikasi sehari-hari turut mempengaruhi kemampuan berbahasa formal mahasiswa. Intensitas penggunaan bahasa tidak baku menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pembiasaan penggunaan bahasa formal dalam situasi akademik agar kemampuan berbahasa mahasiswa dapat meningkat.Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa tidak baku memiliki dampak terhadap kemampuan berbahasa formal mahasiswa dalam situasi akademik, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah dalam lingkungan pendidikan.