Labora Sianturi
Pendidikan Masyarakat, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Penggunaan Bahasa Tidak Baku terhadap Kemampuan Berbahasa Formal Mahasiswa dalam Situasi Akademik Labora Sianturi; Minna Bela; Anggun Shyafitri; Riwati Amelia; Lili Tansliova
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38777

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan bahasa tidak baku terhadap kemampuan berbahasa formal mahasiswa dalam situasi akademik di lingkungan kampus. Fokus kajian meliputi bentuk penggunaan bahasa tidak baku dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, seperti penggunaan bahasa gaul, singkatan, serta campuran bahasa, serta pengaruhnya terhadap kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa formal pada kegiatan akademik seperti diskusi dan presentasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung di lingkungan kampus serta wawancara dengan beberapa mahasiswa. Data yang diperoleh menggambarkan kondisi nyata penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari serta keterkaitannya dengan kemampuan berbahasa formal mahasiswa dalam situasi akademik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa tidak baku masih dominan dalam komunikasi sehari-hari mahasiswa. Kebiasaan tersebut berdampak pada kemampuan berbahasa formal, yang terlihat dari masih adanya penggunaan bahasa tidak baku dalam kegiatan akademik. Mahasiswa cenderung mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat formal secara tepat, serta kurang memperhatikan kaidah bahasa dalam penyampaian materi. Namun demikian, sebagian mahasiswa sudah mulai mampu menyesuaikan penggunaan bahasa sesuai dengan situasi formal.Lingkungan pergaulan dan kebiasaan berkomunikasi sehari-hari turut mempengaruhi kemampuan berbahasa formal mahasiswa. Intensitas penggunaan bahasa tidak baku menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pembiasaan penggunaan bahasa formal dalam situasi akademik agar kemampuan berbahasa mahasiswa dapat meningkat.Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa tidak baku memiliki dampak terhadap kemampuan berbahasa formal mahasiswa dalam situasi akademik, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah dalam lingkungan pendidikan.
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Gaya Hidup Konsumtif Remaja Perempuan di Era Digital Labora Sianturi; Minna Bella; Anggun Syafitri; Riwati Amelia; Sani Susanti; Michael Yudha Pratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap gaya hidup konsumtif remaja perempuan di era digital. Fokus penelitian ini meliputi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya perilaku FOMO pada remaja perempuan, pengaruh media sosial terhadap pola konsumsi remaja, serta dampak yang ditimbulkan dari perilaku konsumtif dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini semakin sering terjadi karena remaja cenderung ingin mengikuti tren, gaya hidup, dan perkembangan yang sedang populer di lingkungan pertemanan maupun media sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap beberapa remaja perempuan yang aktif menggunakan media sosial. Data yang diperoleh menggambarkan bagaimana media sosial, lingkungan pertemanan, dan perkembangan tren digital memengaruhi pola pikir serta perilaku konsumtif remaja perempuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap munculnya perilaku FOMO pada remaja perempuan. Remaja cenderung merasa takut tertinggal tren apabila tidak mengikuti hal-hal yang sedang viral atau digunakan oleh teman-temannya. Kondisi tersebut membuat sebagian remaja membeli barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan karena ingin mendapatkan pengakuan sosial dan merasa diterima dalam lingkungan pergaulan. Selain itu, remaja juga sering membandingkan dirinya dengan orang lain melalui media sosial sehingga memunculkan rasa minder, cemas, dan kurang percaya diri.Lingkungan pertemanan, perkembangan budaya digital, serta rendahnya kontrol diri menjadi faktor yang memperkuat perilaku FOMO dan gaya hidup konsumtif pada remaja perempuan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dalam penggunaan media sosial secara bijak serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar remaja tidak mudah terpengaruh oleh tren yang berkembang di era digital.