Dian G. Purba
Ekonomi Pembangunan, Universitas Simalungun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Studi Kasus Penjualan Baju Bekas (Rojer) melalui Platform Live Tiktok sebagai Bentuk E-Commerce Modern Dedek Zulkarnain; Maisyaroh Purba; Enjelia Rodame Sipayung; Diva Fachriansyah; Dian G. Purba
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38917

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan internet telah membawa perubahan besar dalam aktivitas perdagangan masyarakat melalui sistem e-commerce. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah penggunaan platform TikTok Live sebagai media penjualan online, khususnya pada usaha penjualan baju bekas atau rojer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penjualan rojer melalui TikTok Live, manfaat dan kendala penggunaan e-commerce, serta dampaknya terhadap pendapatan, peluang kerja, dan persaingan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara terhadap penjual dan konsumen pengguna e-commerce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok Live memberikan kemudahan bagi penjual dalam mempromosikan produk secara langsung, menjangkau konsumen lebih luas, serta meningkatkan peluang penjualan melalui fitur live streaming dan TikTok Shop. Bagi konsumen, e-commerce dinilai lebih praktis, efisien, dan menawarkan banyak pilihan produk dengan harga yang kompetitif. Namun, penggunaan e-commerce juga menghadapi beberapa kendala, seperti persaingan usaha yang semakin ketat, ketergantungan pada internet, serta risiko pelanggaran akun pada platform digital. Selain itu, keberadaan produk impor meningkatkan persaingan terhadap produk lokal. Meski demikian, e-commerce tetap memberikan dampak positif karena mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru, terutama bagi generasi muda. Dengan demikian, perkembangan e-commerce melalui TikTok Live menjadi salah satu bentuk perdagangan modern yang memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di era digital.
Penerapan Sistem Pembayaran Digital (Qris) Pada UMKM di Kota Pematangsiantar Robby Anggara Naibaho; Anisa Nur Febiola; Vionalia Theresia Samosir; Dian G. Purba
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38918

Abstract

Transformasi ekonomi digital di Indonesia mendorong pergeseran sistem transaksi dari tunai menuju non-tunai, salah satunya melalui standardisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diresmikan Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan sistem pembayaran digital QRIS pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pematangsiantar, mengeksplorasi perspektif konsumen, serta melihat pemerintah daerah dalam mendukung digitalisasi tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara pada beberapa pelaku usaha lokal (seperti Adam Snack, Yuky Cireng, dan Bine.all Coffee) serta konsumen di Kota Pematangsiantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS memberikan dampak positif berupa efisiensi operasional, transparansi pencatatan keuangan otomatis, dan peningkatan keamanan dengan mengurangi risiko kehilangan uang fisik. Namun penerapan teknologi ini belum berjalan optimal karena tingkat adopsi baru mencapai sekitar 30%. Hambatan utama yang dihadapi meliputi kendala teknis (konektivitas internet yang tidak stabil), jeda waktu pencairan dana (settlement), beban biaya administrasi (Merchant Discount Rate/MDR), serta segmentasi pasar yang masih didominasi oleh generasi muda. Sementara itu, sebagian konsumen dan pedagang masih mempertahankan transaksi tunai demi likuiditas instan dan kepraktisan tanpa hambatan sinyal. Dinas Koperasi & UKM Kota Pematangsiantar telah berupaya mendukung percepatan digital ini melalui pembentukan tim khusus, edukasi lapangan, dan kampanye media sosial, meskipun penguatan infrastruktur dan literasi digital masih perlu terus ditingkatkan.