Fadla Robbi
Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pergaulan Remaja Masa Kini dalam Perspektif Sosiologi: Dampak Gadget dan Kebijakan Pembatasan Media Sosial Ramdani Mubarok; Fadla Robbi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39282

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pergaulan remaja melalui penggunaan gadget dan media sosial yang semakin intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi interaksi sosial remaja di era digital, dampak penggunaan gadget dan media sosial terhadap kehidupan sosial remaja, serta peran pemerintah dalam pembatasan media sosial sebagai bentuk perlindungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan pemerintah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa gadget dan media sosial telah menggeser pola interaksi remaja dari komunikasi langsung menuju komunikasi virtual. Perubahan tersebut memberikan manfaat berupa kemudahan komunikasi, perluasan jaringan sosial, akses informasi, dan ruang pengembangan kreativitas. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga menimbulkan risiko berupa menurunnya kualitas interaksi interpersonal, kecanduan digital, cyberbullying, ketergantungan terhadap validasi sosial, serta perubahan perilaku dan identitas sosial remaja. Dalam perspektif sosiologi, media sosial berperan sebagai agen sosialisasi baru yang memengaruhi nilai, gaya hidup, dan pola perilaku remaja. Pemerintah memiliki peran penting melalui regulasi perlindungan anak di ruang digital dan penguatan literasi digital. Kajian ini menegaskan bahwa perlindungan remaja memerlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat agar penggunaan teknologi digital berlangsung aman, sehat, dan bertanggung jawab.