Mazaya Fildzah
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hakikat Bahasa Anak Usia Dini dan Pengaruh Pola Komunikasi Orang Tua dalam Keluarga Suci Rahayu Ningsih; Mazaya Fildzah; Naylatunnisa Alfirsi; Umi Linda Sari; Devi Amelinda; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39368

Abstract

Bahasa berfungsi sebagai media komunikasi utama bagi anak-anak kecil untuk mengartikulasikan ide, emosi, dan kebutuhan mereka kepada orang lain. Masa bayi awal (0–6 tahun) disebut sebagai era keemasan, ditandai dengan kemajuan pesat berbagai aspek potensi anak, termasuk kemampuan linguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik bahasa anak usia dini, fase perkembangannya, elemen-elemen yang berkontribusi, dan dampak pola komunikasi orang tua terhadap pemerolehan bahasa anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur (systematic literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai artikel jurnal ilmiah terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak usia dini berlangsung secara bertahap, dipengaruhi oleh faktor internal seperti Language Acquisition Device (LAD) dan kematangan kognitif, serta faktor eksternal seperti kualitas interaksi keluarga dan lingkungan sosial. Pola komunikasi orang tua yang hangat, responsif, dialogis, dan kaya stimulasi linguistik terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kosakata, kemampuan ekspresif-reseptif, serta kecerdasan bahasa anak. Sebaliknya, pola komunikasi yang otoriter, kaku, atau kurang mendukung dapat menghambat perkembangan bahasa anak bahkan memicu keterlambatan bicara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang tua memegang peranan sentral sebagai agen utama pengembangan bahasa anak di lingkungan keluarga, dan keterlibatan aktif mereka dalam berbagai kegiatan berbahasa sehari-hari merupakan investasi terpenting bagi masa depan anak.