Pendidikan Pancasila adalah mata kuliah yang harus diambil di perguruan tinggi dan membutuhkan buku teks yang baik untuk membantu menyampaikan nilai-nilai yang ada. Namun, dalam pelaksanaannya, masih sering dijumpai buku teks yang mengandung kesalahan bahasa yang serius, sehingga bisa menyebabkan salah pengertian dalam ilmu pengetahuan dan mengurangi keabsahan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan, mengelompokkan, dan menganalisis jenis-jenis kesalahan bahasa yang terjadi di Tataran Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik, dan Ejaan dalam Buku Teks Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Alat penelitian ini adalah dokumen naskah digital buku teks yang telah diringkas menggunakan teknik menyimak dan mencatat untuk mengumpulkan kumpulan data tentang kesalahan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan ada 33 titik kesalahan bahasa yang utama. Kesalahan ini terjadi karena beberapa hal, seperti kesalahan ejaan atau ortografi yang disebabkan oleh kelalaian saat mengetik, kesalahan sintaksis yang membuat fungsi kata menjadi tidak logis, kesalahan morfologis yang berkaitan dengan afiksasi, dan fenomena orisinal yang muncul dari kesalahan transkripsi otomatis berbasis dikte (kesalahan speech-to-text). Hal ini menyebabkan penulisan tanda baca verbal seperti "titik" dan "koma" menjadi salah, menggantikan simbol grafik yang seharusnya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa buku panduan ini perlu melalui proses penyuntingan yang ketat setelah selesai diproduksi sebelum dibagikan secara luas. Penelitian ini disarankan sebagai panduan untuk para praktisi penerbitan, dosen, dan penulis buku ilmiah dalam meningkatkan standar penggunaan bahasa pada buku ajar nasional.