Meysia Cahya Anggraeni
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar melalui Penguatan Literasi, Keterampilan Menyimak dan Berbicara, serta Penggunaan Media Interaktif dengan Pendekatan Pengalaman Berbahasa Amira Nurkhosiah; Fenty Aulia; Kurniasih Kurniasih; Melani Melani; Meysia Cahya Anggraeni; Yusuf Saripudin; Dine Trio Ratnasari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas rendah di Sekolah Dasar melalui penguatan literasi, keterampilan menyimak dan berbicara, serta pemanfaatan media interaktif dengan Pendekatan Pengalaman Berbahasa (PPB). Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah proses pembelajaran yang cenderung konvensional, monoton, serta minimnya pemanfaatan media kontekstual yang mengakibatkan rendahnya fokus menyimak dan keberanian berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif alamiah. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik multisumber yaitu observasi partisipan pasif, wawancara semiterstruktur kepada guru dan siswa, serta dokumentasi portfolio belajar siswa. Analisis data dilakukan secara interaktif berkelanjutan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PPB berbantuan media interaktif sukses mentransformasi materi kebahasaan yang abstrak menjadi lebih konkret dan bermakna bagi anak usia dini. Media interaktif bertindak sebagai katalis visual dan auditori yang mampu memusatkan fokus menyimak reseptif siswa sekaligus merangsang keterampilan berbicara produktif melalui aktivitas menceritakan kembali pengalaman otentik mereka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan bagi guru kelas rendah untuk terus berinovasi mengembangkan media digital berbasis pengalaman nyata siswa, bagi pihak sekolah untuk mengalokasikan fasilitas penunjang Program Literasi Sekolah berbasis teknologi, serta bagi peneliti selanjutnya untuk menguji efektivitas pendekatan ini secara kuantitatif atau eksperimental di lokus yang lebih luas.