Naifa Kayla Anjani
Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Bahasa Gaul di Media Sosial: Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Generasi Z Mutia Aulia; Desi Puspita Sari; Naifa Kayla Anjani; Charles Butar Butar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa gaul di kalangan Generasi Z pada media sosial, meliputi bentuk-bentuk bahasa gaul, fungsi sosialnya, serta pengaruhnya terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap pengguna media sosial dari kalangan Gen Z. Data diperoleh dari berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Twitter, dalam bentuk unggahan, komentar, serta pesan daring. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan bentuk bahasa gaul berdasarkan jenisnya, seperti akronim, singkatan, pembalikan kata, pergeseran makna, dan penciptaan istilah baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh kebutuhan komunikasi yang cepat, praktis, ekspresif, dan kontekstual dalam ruang digital. Bahasa gaul juga berfungsi sebagai sarana membangun identitas sosial, mempererat solidaritas kelompok, serta menyesuaikan diri dengan budaya populer. Namun, penggunaan bahasa gaul yang semakin luas berpotensi memengaruhi kemampuan Generasi Z dalam menggunakan Bahasa Indonesia baku, terutama dalam situasi formal dan akademik. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara kreativitas berbahasa di media sosial dan pelestarian Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Analisis Model Aktan Greimas dalam Novel Sang Alkemis Karya Paulo Coelho: Kajian Semiotik M Reza Palevi; Desi Puspita Sari; Naifa Kayla Anjani; Mutia Aulia; Mhd. Isman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model aktan Greimas dalam novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kajian semiotik naratif untuk memahami struktur tindakan, hubungan antartokoh, serta fungsi unsur-unsur naratif yang membangun perjalanan tokoh utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho terjemahan Tanti Lesmana, sedangkan data penelitian berupa narasi, dialog, peristiwa, dan tindakan tokoh yang menunjukkan unsur aktan Greimas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, kemudian data dianalisis dengan mengklasifikasikan unsur pengirim, objek, penerima, penolong, subjek, dan penentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengirim dalam novel ini adalah mimpi berulang, perempuan Gipsi, dan Raja Salem. Objeknya adalah harta karun dan Legenda Pribadi. Santiago berfungsi sebagai subjek sekaligus penerima. Penolongnya meliputi Raja Salem, pedagang kristal, Fatima, Sang Alkemis, dan pertanda, sedangkan penentangnya berupa keraguan, pencurian, perang gurun, perampok, dan rasa takut. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perjalanan Santiago tidak hanya menggambarkan pencarian harta karun, tetapi juga proses pencarian jati diri dan pemaknaan tujuan hidup.