This Author published in this journals
All Journal Lembaran Antropologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Politik Ruang dan Komodifikasi Reog Ponorogo: Peralihan dari Kesenian Rakyat ke Festival Nursilah; S.M. Gietty; T.I. Setyani; M. Yoesoef
Lembaran Antropologi Vol 4 No 2 (2025): Anthropology and Decolonization in Performance Studies and Arts Critique
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/la.26317

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi transformasi Reog Ponorogo dari pertunjukan jalanan berbasis komunitas menjadi tontonan festival yang terlembaga, dengan fokus pada interaksi antara politik spasial, komodifikasi budaya, dan perlawanan artistik. Mengacu pada teori dekolonial, produksi ruang Lefebvre, dan antropologi festival Falassi, penelitian ini menggunakan metode etnografi, termasuk observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang dilakukan di Ponorogo, Jawa Timur. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa festivalisasi mengubah konfigurasi ruang ritual reog, menggesernya dari ritual komunal partisipatif menjadi pertunjukan berorientasi pasar, yang seringkali mengorbankan akar spiritual dan improvisasinya. Terlepas dari insentif ekonomi, banyak penampil terus menolak komodifikasi dengan mempertahankan pertunjukan di ruang terbuka informal. Tindakan perlawanan ini merepresentasikan strategi dekolonial yang menegaskan kembali otonomi budaya dan menantang narasi hegemonik tentang keaslian yang dipaksakan oleh negara dan industri pariwisata. Studi ini berkontribusi pada dekolonisasi studi pertunjukan dengan menekankan ekspresi budaya yang berpusat pada komunitas dan mengadvokasi kebijakan inklusif yang mengakui legitimasi praktik pertunjukan informal.