Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menggali Peran Shadow Teacher sebagai Mediator Kunci Literasi Peserta Didik Disleksia: Lensa Analitik SEM Uzlifatul Hasanah; Fatimatuz Zahrah
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis peran shadow teacher dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik disleksia di SMP Buleleng dengan memeriksa pengaruh strategi pendampingan dan tantangan yang dialami guru melalui pendekatan kuantitatif. Sebanyak 62 responden dilibatkan melalui metode survei dengan instrumen kuesioner berskala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan model persamaan struktural untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang kuat, dengan nilai R² sebesar 0,56 untuk konstruksi shadow teacher dan 0,63 untuk kemampuan membaca. Strategi shadow teacher terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca (β = 0,42; p < 0,001), sedangkan tantangan tidak menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kemampuan membaca. Selain itu, strategi berpengaruh terhadap kemampuan membaca melalui mediasi parsial shadow teacher (β = 0,17; p = 0,001), sementara tantangan berpengaruh tidak langsung secara negatif melalui mediasi shadow teacher (β = –0,13; p = 0,014). Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pendampingan shadow teacher merupakan faktor krusial yang menjembatani pengaruh strategi dan tantangan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa disleksia. Secara keseluruhan, studi ini menggarisbawahi urgensi penguatan kompetensi shadow teacher untuk mendukung pendidikan inklusif dan meningkatkan hasil literasi peserta didik disleksia di tingkat SMP.
Persepsi Mahasiswa Teknik Informatika terhadap Perlindungan Keamanan Digital Anak Usia Dini dalam Mewujudkan Digital Citizenship Sri Rahayu; Fatimatuz Zahrah; Recy Harviani Zurwanty
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Batam, menganalisis persepsi mahasiswa informatika terhadap tingkat resiko penggunaan media sosial yang digunakan oleh anak usia dini, dan solusi penggunaan media sosial untuk anak usia dini. Teori Keadaban digital digunakan sebagai pisau analisis. Metode kualitatif desain deskriptif eksploratif digunakan dalam penelitian ini. Informan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan waktu digunakan untuk melihat keabsahan data. Hasil penelitian yaitu (1) Persepsi kritis terhadap resiko penggunaan media social oleh anak usia dini (2) Solusi penggunaan media sosial bagi anak usia dini dapat dilakukan melalui pendidikan literasi, pemanfaatan fitur keamanan digital dan keterlibatan aktif lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sosial media harus digunakan secara bijak dan dalam pengawasan orangtua.
DARI LITERASI MENUJU KEBERADABAN DIGITAL: REKONSTRUKSI ETIKA WARGA NEGARA DIGITAL INDONESIA 2020-2026 Recy Harviani Zurwanty; Sri Rahayu; Fatimatuz Zahrah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6864

Abstract

Abstract: Internet penetration in Indonesia continues to increase, but this has not been matched by responsible digital behavior. This study analyzes the development of digital ethics research in Indonesia from 2020 to 2026 through a qualitative literature review with Braun and Clarke's thematic analysis of 34 articles purposively selected from Google Scholar, Crossref, Garuda, DOAJ, and SINTA. Coding was conducted using NVivo 14, while the validity of the findings was strengthened through source triangulation, audit trails, and peer debriefing. The analysis identified four interrelated themes: the normalization of unethical behavior such as cyberbullying and plagiarism; low digital reasoning that accelerates the spread of disinformation; the dilemma between freedom of expression and digital responsibility; and the reconstruction of ethics through strengthening digital literacy and citizenship. Weak digital reasoning has been shown to reinforce unethical behavior while hindering the formation of a responsible digital culture. This study concludes that the challenges of digital ethics in Indonesia are rooted in socio-cultural factors, so strengthening them requires ongoing collaboration between the government, educational institutions, platform providers, and the community.