Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH (OSH) RISKS IN THE TRANSPORTATION PROCESS OF HAZARDOUS AND TOXIC WASTE (B3) USING THE HAZOP METHOD AND RISK MATRIX Andrea Felic Lim; Kevin Jerrykent; Uni Pratama Pebrina Br Tarigan
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 3 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20566323

Abstract

Occupational safety and health (OSH) is an important aspect of industrial activities, particularly in the transportation of hazardous and toxic waste (B3), which poses high potential risks to workers, the environment, and the surrounding community. PT.XYZ, as a hazardous waste transportation service company, faces various potential hazards at each stage of its operational process, including vehicle preparation, loading, transportation to the destination, unloading, as well as administration and housekeeping activities. This study aims to identify potential hazards, analyze the level of occupational safety and health risks, and formulate risk control recommendations in the hazardous waste transportation process at PT.XYZ. The research method used in this study is descriptive-analytical research with qualitative and quantitative approaches. Hazard identification was carried out using the Hazard and Operability Study (HAZOP) method based on field observations, interviews, and documentation studies. Risk level assessment was conducted using the Risk Matrix method by applying likelihood and severity parameters to classify risks into low, medium, high, and extreme categories. The results show that there are 20 potential hazards identified across all stages of the hazardous waste transportation process. The risk level recapitulation indicates that high and medium risk categories each account for 45%, extreme risk accounts for 10%, and no risks fall into the low category. Extreme risks were found during the transportation stage to the destination, particularly those related to driver fatigue and uncontrolled vehicle speed. Based on these findings, risk control recommendations were formulated using a risk control hierarchy approach, including administrative controls, engineering controls, and the use of personal protective equipment. The implementation of these recommendations is expected to reduce OSH risk levels and improve occupational safety and health performance in the hazardous waste transportation process at PT.XYZ.
Analisis Proses Instalasi Jaringan Dengan Pendekatan Lean Manufaktur Dan Six Sigma: (Studi Kasus: PT. Telkom Akses Legok Tangerang) Echo Putra Tanjung; Merryanti Hasibuan; Uni Pratama Pebrina Br Tarigan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses instalasi jaringan di PT. Telkom Akses Legok, Tangerang dengan pendekatan Lean Manufacturing dan Six Sigma guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi pemborosan. Fokus kajian diarahkan pada layanan Fiber To The Home (FTTH) yang relevan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat, stabil, dan andal. Metode yang diterapkan meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur proses, Process Activity Mapping (PAM) untuk mengklasifikasikan aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, serta Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menimbulkan inefisiensi. Hasil observasi menunjukkan bahwa kondisi aktual proses instalasi membutuhkan waktu proses 50 hari kerja dengan lead time 53 hari kerja. Melalui penerapan Future State Mapping, perbaikan mampu menekan waktu proses menjadi 42 hari kerja dengan lead time 44,5 hari kerja, menghasilkan peningkatan efisiensi sebesar 16%. Faktor dominan pemborosan meliputi birokrasi yang berbelit, kurangnya integrasi sistem pendukung, serta koordinasi antartim yang masih lemah sehingga menghambat kelancaran alur pekerjaan. Analisis menunjukkan bahwa prinsip Lean dan Six Sigma efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui eliminasi aktivitas non-value added, penyederhanaan alur, serta digitalisasi proses pendukung yang dapat mempercepat penyelesaian layanan. Rekomendasi perbaikan mencakup digitalisasi alur kerja untuk meminimalkan hambatan administratif, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang baku sebagai acuan pelaksanaan, pelatihan berkelanjutan mengenai penerapan Lean untuk seluruh tim, serta evaluasi rutin sebagai strategi perbaikan berkesinambungan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan instalasi jaringan.
Perancangan Sistem Peringatan Visual Menggunakan Cone Untuk Mengurangi Risiko Tabrakan Forklift Terhadap Material Dan Produk Menggunakan Metode HIRA Dan Metode JSA: (Studi Kasus : Karoseri CV. Garuda Jaya) Uni Pratama Pebrina Br Tarigan; Jansen Prayugo; Raymon Lumban Gaol
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1829

Abstract

Aktivitas operasional forklift pada industri karoseri memiliki peranan penting dalam proses perpindahan material dan produk antar area kerja. Namun, penggunaan forklift juga menimbulkan potensi bahaya apabila jalur kerja belum tertata dengan baik, ruang gerak terbatas, serta belum adanya penanda visual yang jelas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan benturan terhadap material, kerusakan produk, maupun risiko cedera pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem peringatan visual menggunakan safety cone guna mengurangi risiko tabrakan forklift terhadap material dan produk di CV. Garuda Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA). HIRA digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tingkat risiko, sedangkan JSA digunakan untuk menganalisis tahapan pekerjaan serta tindakan pengendalian yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aktivitas forklift berada pada kategori risiko High hingga Extreme, dengan risiko tertinggi terdapat pada proses pemasangan produk ke chassis kendaraan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirancang sistem peringatan visual menggunakan safety cone pada jalur forklift, area sempit, titik manuver, serta area kerja yang berdekatan dengan pekerja. Penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan kerja, mengurangi risiko tabrakan, dan menciptakan area kerja yang lebih tertib dan aman.
Strategi Total Productive Maintenance (TPM) untuk Meningkatkan Kinerja Mesin PKS PT Tri Cahaya Sawit Uni Pratama Pebrina Br Tarigan; Imran Yustin Sihombing; Raihan Syah
Science and Physics Education Journal (SPEJ) Vol. 9 No. 2 (2026): SPEJ (Science and Physics Education Journal)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/sr99tj77

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of TPM strategies in improving machine performance in Palm Oil Mills (PKS). Problems that often occur in PKS are high machine downtime, low equipment effectiveness, and operational disruptions that impact productivity decline. The methods used in this study include identifying machine failures, measuring Overall Equipment Effectiveness (OEE), and implementing TPM pillars such as autonomous maintenance, planned maintenance, and focused improvement. The results show that the implementation of TPM can improve machine reliability, reduce the frequency of breakdowns, and significantly increase the OEE value. In addition, operator involvement in routine maintenance activities also increases production process efficiency and reduces maintenance costs. Thus, the TPM strategy can be an effective solution in improving machine performance and operational productivity in Palm Oil Mills.   Keywords: Total Productive Maintenance, TPM, Overall Equipment Effectiveness, Machine Performance, Palm Oil Mill.