Pendidikan di Indonesia masih rendah dibanding dengan negara-negara lainnya. Salah satunya yaitu pengaruh kurangnya literasi atau minat baca pada siswa maupun mahasiswa serta kemampuan dalam berpikir kritis (critical thinking) yang masih rendah. Perpustakaan sekolah merupakan sumber daya literasi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di sekolah. Perpustakaan secara luas diakui sebagai sumber literasi yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan dalam mendukung kegiatan literasi membaca siswa SD Negeri 10 Bakam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru, kepala sekolah dan 34 siswa kelas III—VI SD Negeri 10 Bakam. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi triangulasi sumber yakni menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. Selain melalui wawancara dan observasi, peneliti bisa menggunakan observasi terlibat (participant obervation), dokumen tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan perpustakaan dalam pembelajaran berbagai aspek, seperti pemanfaatan sarana perpustakaan, pemanfaatan koleksi serta kunjungan perpustakaan telah di terapkan di SD Negeri 10 Bakam. Selain itu SD Negeri 10 Bakam telah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah ( GLS) yang di wajibkan untuk seluruh siswa. Program tersebut seperti wajib berkunjung ke perpustakaan, membaca 15 menit sebelum belajar dan penggunaan pojok baca.