Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF CERITA FABEL MENTILIN YANG CERDIK MENGGUNAKAN ARTICULATE STORYLINE 3 UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR (Interactive Media Development of Clever Horsfield's Tarsier [Mentilin] Fable Story Using Articulate Storyline 3 for Fourth Grade Students at Elementary School) Aliyah Tazkiyah; Maulina Hendrik; Nurjannah Nurjannah
Sirok Bastra Vol 9, No 2 (2021): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v9i2.313

Abstract

Banyak siswa tidak tertarik mempelajari cerita fabel yang hanya berupa teks dan belum menggunakan media pembelajaran. Padahal, fabel merupakan salah satu tradisi lisan yang sarat dengan nilai kebudayaan yang diajarkan di sekolah melalui pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media interaktif cerita fabel Mentilin yang Cerdik dengan menggunakan Articulate Storyline 3 untuk siswa kelas IV sekolah dasar yang sahih dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (RD) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Model ini terdiri atas empat tahap, yaitu analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), dan implementasi (implementation). Instrumen pengumpulan data berupa angket validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli media, serta angket respons guru dan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinyatakan sangat sahih dan sangat praktis. Media interaktif sangat sahih diperoleh dari validasi ahli media dengan persentase sebesar 97,5%, ahli materi 92,5%, dan ahli bahasa 92,5%. Sementara itu, media interaktif dinyatakan sangat praktis dengan dibuktikannya hasil angket respons siswa pada uji coba skala kecil dengan persentase sebesar 98,75%, uji coba skala besar dengan persentase sebesar 97%, dan hasil angket respons guru memperoleh persentase sebesar 98,75%. This research is motivated by students who are not interested in studying fable stories which are only in the form of text and had not used learning media. Using Articulate Storyline 3 for fourth-grade elementary school students attempted to create valid and practical interactive media for Mentilin yang Cerdik fable stories. The research approach used was Research and Development (RD), which followed the ADDIE development model with four stages: analysis, design, development, and implementation. Material expert validation questionnaires, linguists, media experts, teacher, and student response questionnaires were all used to collect data. Material expert validation questionnaires, linguists, media experts, teacher, and student response questionnaires were all used to collect data. The result of research and development stated that the media was very valid and very practical. Very valid interactive media was obtained from the validation of media experts with a percentage of 97.5%, material experts 92.5%, and linguists 92.5%. While interactive media is stated to be very practical with the evidence of the results of student response questionnaires in small-scale trials with a a percentage of 98.75%, large-scale trials with a percentage of 97%, and the results of teacher response questionnaires obtaining a percentage of 98.75%.
EMPOWERMENT OF WOMEN FARMERS GROUP DAUN SALAM THROUGH INFUSED WATER TREATMENT AS AN ALTERNATIVE FAMILY ECONOMIC DEFENSE Diana Pramesti; Maulina Hendrik
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.7047

Abstract

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Salam melalui pengolahan infused water sebagai alternatif pemertahanan ekonomi dan kesehatan keluarga dilaksanakan dengan tujuan: 1) meningkatkan wawasan ibu-ibu rumah tangga untuk menggali potensi lokal sebagai alternatif pertahanan pangan keluarga setelah diberikan penjelasan tentang tanaman rimpang dan manfaatnya. 2) meningkatkan taraf ekonomi keluarga melalui hasil pemasaran produk ke masyarakat. 3) meningkatkan partisipasi ibu-ibu rumah tangga bersinergi dengan KWT Daun Salam ditandai dengan keaktifan ibu-ibu rumah tangga dalam mengelola produk pertanian KWT tersebut.. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan : 1) meningkatnya wawasan ibu-ibu rumah tangga setelah diberikan penjelasan tentang tanaman rimpang dan manfaatnya. 2) meningkatnya taraf ekonomi keluarga melalui hasil pemasaran produk ke masyarakat. 3) meningkatnya partisipasi ibu-ibu rumah tangga bersinergi dengan KWT Daun Salam ditandai dengan keaktifan ibu-ibu rumah tangga dalam mengelola produk pertanian KWT tersebut. Selama tahapan pelatihan atau mempraktikkan membuat infused water dari bahan rimpang pencapaian peserta yang berhasil dengan kriteria baik mencapai 90% dan 10% peserta berhasil dengan kriteria cukup.
Hubungan antara motivasi berprestasi dan pengetahuan pembuatan tes dengan kualitas soal buatan guru sma dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra di Kota Pangkalpinang Asyraf Suryadin; Maulina Hendrik; Yorenza Meifinda
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 21, No 2 (2020): AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.143 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) hubungan antara motivasi berprestasi dengan kualitas soal buatan guru SMA dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 2) hubungan antara pengetahuan pembuatan tes dengan kualitas soal buatan guru SMA dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode survei teknik korelasional. Populasi target  seluruh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kota Pangkalpinang sebanyak 30 guru. Sampel penelitian  menggunakan sampel total, analisis ujicoba instrumen penelitian untuk validitas soal pada instrumen pertama menggunakan korelasi Product moment karl-pearson dan untuk ujicoba penelitian kedua menggunakan korelasi point biserial, reliabilitas instrumen pertama menggunakan spearman-brown dan instrumen kedua menggunakan kuder-richardson ( K-R ). Hasil penelitian menyimpulkan: pertama, terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi (X1) dengan kualitas soal buatan guru ( Y), dengan persamaan regresi Y = - 12,50 + 0,69 X1  dan koefisien korelasi ry1 = 0,37 serta koefisien determinasi r2y1 = 0, 133, kedua, terdapat hubungan positif antara pengetahuan pembuatan tes ( X2) dengan kualitas soal buatan guru SMA mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. dx.doi.org/10.23960/aksara/v21i2.pp133-144 
Pendampingan Pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pendidikan Kesetaraan Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Keaksaraan Dzihan Khilmi Ayu Firdausi; Risnina Wafiqoh; Maulina Hendrik; Aji Kurbiyanto; Suwardian Ramadhan; Silvia Arista
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.388 KB) | DOI: 10.30653/002.202271.40

Abstract

Education is an important component of social life. Education can be taken through formal, non-formal and informal channels. Therefore, education should not be an obstacle for any society. In fact, in one of the villages in Central Bangka Regency, the province of the Bangka Belitung archipelago, there are still many people who do not finish school. In this village, as many as 30 people did not finish elementary school, 227 people did not finish junior high school, and 280 people did not finish high school. Based on initial observations, one of the reasons is because the number of schools in the village is still limited and schools in other villages have long distances. These problems were resolved through a mentoring program for the establishment of Community Learning Activity Centers (PKBM). Assistance in the formation of PKBM resulted in the organizational structure of the PKBM management, AD ART, as well as the PKBM nameplate that was formed.
Diagnosis Kesulitan Berbicara Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V Al-Bathani Sekolah Dasar Muhammadiyah Setiabudi 12 Pamulang Mukmin Rizki Surya Budiman Budiman; Maulina Hendrik; Romadon
CENDEKIAWAN Vol 5 No 1 (2023): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v5i1.327

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berbicara siswa yang terlihat masih takut, malu dan ragu-ragu dalam menyampaikan jawaban saat diberikan pertanyaan dan memberikan pertanyaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kesulitan berbicara siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V Al-Bathani SD Muhammadiyah 12 Pamulang. Model penelitian ini merupakan penelitian kualiatif, metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Teknik sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner (angket), dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Berdasarkan analisis data kualitatif faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara siswa yaitu siswa merasa takut jika menjawab pertanyaan yang diberikan guru, siswa merasa minder dengan teman-temannya sering di ejek temannya, faktor lain yang mempengaruhi keterampilan berbicara siswa yaitu lingkungan sekitar siswa yang jauh dari teman-temannya juga mempengaruhi belajar siswa. Selain itu siswa juga mengalami keterlambatan belajar pada penerimaan materi pembelajaran. Kendala yang di alami guru saat meningkatkan keterampilan berbicara siswa untuk menunjang hasil belajar. Kendala yang di alami guru yaitu kondisi siswa yang ingin di perhatikan oleh gurunya. Jika guru menunjuk siswa yang kesulitan berbicara dan siswa tersebut hanya diam maka siswa lain berebut untuk ditunjuk guru.
An Analysis of Character Values in the Folklore of Bangka Belitung Paga and Si Penyumpit Anita Puspita Sari; Maulina Hendrik; Agci Hikmawati
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.900

Abstract

This study aimed to describe the character values contained in Bangka Belitung’s folklore. This study was descriptive qualitative research. The data collection techniques used documentation and questionnaires. The data analysis technique used in this research was the Miles and Huberman method, namely data reduction analysis, data display, and conclusion drawing/verification. The data in this study were in the form of quotations that identify character values in the folklore book. The data source of this study was a story entitled Paga and Si Prnyumpit, which is contained in the Bangka Belitung folklore book by Sarman and Dwi Oktarina published by Azzagrafika in 2017. In this study, two Bangka Belitung folktales were analyzed, namely the story of Paga and Si Penyumpit. The results of the analysis in the Paga story are sentences that contain character values, namely 2 values of hard work character value, 1 value of social care character value, and 1 value of friendly character value. Furthermore, the story of Si Penyumpit contains sentences that contain character values, namely the character value of responsibility as much as 1 value, the value of social care character as much as 2 values, and the value of a peace-loving character as much as 1 value.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN MODEL SEKOLAH KESETARAAN DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Asyraf Suryadin; Maulina Hendrik; Yuanita; Dzihan Khilmi Ayu Firdaus; Rusdi; Mardani
Edutainment Vol 12 No 1 (2024): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v12i1.859

Abstract

This study aims to gather preliminary information on the design of the high school equivalency model before formulating the particular determination on the high school equivalency model developed by Community Learning Center. The technique of collecting data used observation, interview, questionnaire, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative. The results are showed that the implementation of school equivalency consists of learning program equivalent A, learning program equivalent B, and learning program equivalent C. The reasons why subjects took the School equivalency because 1) social status need, 2) schools’ Dropout rates, 3) educational facilities, 4) organization apparatus needs, 5) low motivation, 6) child marriage. Based on the deep analysis, the school equivalency program is not optimal; there is neither innovation in the management learning process nor implementation in the teaching process; there is a lack of professional tutors; there is difficulty in arranging the time of study because of the learners' background. The findings propose the development of the high school equivalency model based on entrepreneurship. The model intends the learners to study everywhere and every time; creates the learners’ profession as a value as well gives the learners courses based on the ability through the cooperative activities.