Ainul Hidayah
Universitas Negeri Makassar, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Adaptif dalam Pencegahan Stunting: Peran Aktivitas Fisik dan Promosi Kesehatan di Era Digital Ainul Hidayah; Hasyim Hasyim
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.208

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai pendekatan adaptif dalam pencegahan stunting melalui integrasi promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan adaptif berbasis aktivitas fisik dan promosi kesehatan digital dalam meningkatkan efektivitas pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan sumber data berupa 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan jurnal terindeks lainnya menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan stunting prevention, digital health, e-health, health promotion, dan physical activity. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan membandingkan hasil penelitian dari setiap artikel yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptif berbasis teknologi digital mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan stunting. Intervensi digital seperti mobile health, media edukasi digital, dan promosi kesehatan berbasis teknologi terbukti efektif dalam mendukung edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak sebagai bagian dari pendekatan preventif stunting. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, dan faktor sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mengintegrasikan promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pencegahan stunting.
Transformasi Intervensi Promosi Kesehatan untuk Mengatasi Perilaku Sedentari di Era Digital: Studi Literatur Review Muh. Ilham Aksir; Ainul Hidayah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i02.29

Abstract

Perilaku sedentari di era digital menjadi salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat karena meningkatnya penggunaan teknologi yang berkontribusi terhadap penurunan aktivitas fisik. Transformasi intervensi promosi kesehatan berbasis digital, seperti mHealth, eHealth, dan wearable devices, menawarkan peluang dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas intervensi promosi kesehatan berbasis digital dalam mengurangi perilaku sedentari dan meningkatkan aktivitas fisik. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2016–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi digital efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi waktu sedentari, terutama jika dikombinasikan dengan teknik perubahan perilaku seperti self-monitoring, goal setting, dan feedback. Namun demikian, efektivitas intervensi masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor kepatuhan pengguna, desain intervensi, serta keberlanjutan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi promosi kesehatan dalam mengatasi perilaku sedentari di era digital.