Hasyim Hasyim
Universitas Negeri Makassar, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Integrasi Lintas Sektor dalam Pelayanan Kesehatan: Tinjauan Sistematis tentang Kolaborasi Multi-Stakeholder dan Outcome Layanan Hasyim Hasyim; Asri Awal
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.206

Abstract

Manajemen integrasi lintas sektor dalam pelayanan kesehatan menjadi pendekatan penting dalam meningkatkan efektivitas sistem pelayanan kesehatan, terutama di tengah kompleksitas kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi digital, dan tuntutan pelayanan yang berpusat pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi multi-stakeholder dan outcome layanan dalam implementasi integrasi lintas sektor pada pelayanan kesehatan melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review). Literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, dan jurnal internasional yang relevan dengan topik penelitian. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh kolaborasi antar organisasi kesehatan, komunikasi lintas sektor, kepemimpinan kolaboratif, keterlibatan stakeholder, serta dukungan teknologi digital dan sistem informasi terintegrasi. Integrasi lintas sektor juga terbukti mampu meningkatkan koordinasi pelayanan, memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan efisiensi sistem kesehatan, serta memperbaiki outcome layanan pasien secara berkelanjutan. Namun demikian, implementasi integrasi pelayanan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan seperti hambatan koordinasi, keterbatasan sumber daya, perbedaan budaya organisasi, dan kesiapan teknologi yang belum merata. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen yang sistematis, kolaboratif, dan adaptif untuk memperkuat integrasi lintas sektor dalam pelayanan kesehatan agar kualitas layanan kesehatan dapat meningkat secara optimal dan berkelanjutan.
Pendekatan Adaptif dalam Pencegahan Stunting: Peran Aktivitas Fisik dan Promosi Kesehatan di Era Digital Ainul Hidayah; Hasyim Hasyim
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.208

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai pendekatan adaptif dalam pencegahan stunting melalui integrasi promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan adaptif berbasis aktivitas fisik dan promosi kesehatan digital dalam meningkatkan efektivitas pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan sumber data berupa 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan jurnal terindeks lainnya menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan stunting prevention, digital health, e-health, health promotion, dan physical activity. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan membandingkan hasil penelitian dari setiap artikel yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptif berbasis teknologi digital mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan stunting. Intervensi digital seperti mobile health, media edukasi digital, dan promosi kesehatan berbasis teknologi terbukti efektif dalam mendukung edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak sebagai bagian dari pendekatan preventif stunting. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, dan faktor sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mengintegrasikan promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pencegahan stunting.