Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI KELURAHAN TANAH GARAM KOTA SOLOK Budi Santosa; Yurma Metri; Muhammad Amri; Desi Ratna Sari
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1360

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran penyuluh pertanian dalam berbagai kegiatan pengembangan kelompok tani, seperti : fasilitasi, pembinaan, dan pendampingan serta dampaknya terhadap peningkatan kapasitas, kemandirian dan keberlanjutan kelompok tani. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif atau kuantitatif, melibatkan petani dan penyuluh sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok, dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian sangat berpengaruh dan penting terhadap pengembangan kelompok tani. Peran ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani dalam mengelola usaha tani mereka. Sebagai fasilitator, penyuluh memfasilitasi petani dalam mengakses sarana produksi (bibit, pupuk, pestisida), informasi, dan bantuan dari berbagai lembaga terkait. Sebagai inovator, penyuluh memperkenalkan informasi, teknologi, dan praktik baru (inovasi) yang bertujuan untuk merubah perilaku petani ke arah yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas hasil panen. Sebagai motivator, penyuluh terus mendorong dan memotivasi anggota kelompok tani untuk aktif terlibat dalam kegiatan kelompok dan penyuluhan, fostering kerjasama dan partisipasi. Sebagai dinamisator, penyuluh membantu dalam pengorganisasian kegiatan kelompok tani, memastikan pemanfaatan kelompok sebagai wadah aspirasi dan pemantauan kegiatan berjalan dengan baik. Sebagai edukator, penyuluh menjadi tempat petani berdiskusi dan berkonsultasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan usahatani, serta membimbing mereka dalam praktik budidaya yang efektif. Kehadiran dan keaktifan penyuluh secara signifikan berkorelasi positif dengan perkembangan kelompok tani di wilayah tersebut, membantu petani meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
PENGARUH PENCEMARAN LINGKUNGAN PERAIRAN TERHADAP KEBERHASILAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KOTA PADANG Muhammad Amri; Budi Santosa; Desi Ratna Sari; Siti Aisyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5132

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of river pollution on the performance of freshwater aquaculture using five major rivers in Padang City: Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, and Batang Anai. A quantitative approach was applied through field surveys and laboratory analyses at three stations of each river to measure physical, chemical, and biological water parameters, as well as aquaculture performance indicators including survival rate, specific growth rate, feed conversion ratio, and harvest biomass. The results show that most water quality parameters exceeded the Class II standards of Government Regulation No. 22/2021, particularly turbidity, TSS, ammonia, BOD, COD, and total coliform. Regression analysis indicates that chemical parameters have the strongest influence on aquaculture performance, followed by physical parameters, while biological parameters are near-significant, and anthropogenic pollution exerts a significant negative effect. Batang Air Dingin showed the best water quality and aquaculture performance, whereas Batang Kandis exhibited the highest pollution level and lowest production outcomes. The study concludes that river pollution significantly reduces freshwater aquaculture productivity and highlights the need for sustainable water quality management. Keywords: Aquaculture; Performance; Pollution; River; Water Quality. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pencemaran air sungai terhadap keberhasilan budidaya ikan air tawar pada lima sungai utama di Kota Padang, yaitu Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, dan Batang Anai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium pada tiga stasiun setiap sungai, meliputi parameter fisika, kimia, dan biologi, serta indikator performa budidaya yang terdiri dari survival rate, laju pertumbuhan harian, feed conversion ratio, dan biomassa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air telah melampaui baku mutu PP 22/2021 Kelas II, terutama kekeruhan, TSS, amonia, BOD, COD, dan total coliform. Analisis regresi mengindikasikan bahwa parameter kimia merupakan faktor paling dominan memengaruhi keberhasilan budidaya, diikuti parameter fisika, sementara parameter biologi mendekati signifikan, dan pencemaran antropogenik terbukti berpengaruh negatif terhadap performa budidaya. Sungai Batang Air Dingin memiliki kualitas air terbaik dan hasil budidaya tertinggi, sedangkan Batang Kandis menunjukkan tingkat pencemaran tertinggi dan performa budidaya terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencemaran sungai berperan nyata dalam menurunkan produktivitas budidaya ikan dan perlu dilakukan pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan. Kata Kunci: Budidaya Ikan; Kualitas Air; Pencemaran; Performa Budidaya; Sungai.