Budi Santosa
Department Of Agricultural Extension Study Program, Faculty Of Science, Social Affairs And Education, Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi, West Sumatera 26111 Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Budi Santosa; Yurma Metri
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6674

Abstract

  Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting dan utama di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Rendahnya produktivitas tanaman padi di Indonesia saat ini dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penerapan jarak tanam yang belum sesuai dilapangan, dimana para petani cenderung menganggap bahwa semakin sempit jarak tanam maka hasil tanaman padi akan semakin banyak karena akan semakin banyak populasi tanaman yang ditanam. Jarak tanam adalah pola pengaturan jarak antar tanaman dalam bercocok tanam yang meliputi jarak antar baris dan deret. Jarak tanam akan berpengaruh terhadap produksi tanaman karena berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, cahaya matahari serta ruang bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jarak tanam yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian telah dilaksanakan pada lahan sawah petani di Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, yang terletak diketinggian lebih kurang 470 m dari permukaan laut pada bulan Maret s/d Juli 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kelompok, dengan plot percobaan berukuran 2 x 2 m. Perlakuan beberapa jarak tanam dalam penelitian ini terdiri dari 5 taraf yaitu : A. Jarak tanam 10 x 10 cm, B. Jarak tanam 15 x 15 cm, C. Jarak tanam 20 x 20 cm, D. Jarak tanam 25 x 25 cm dan E. Jarak tanam 30 x 30 cm. Data pengamatan dianalisis sidik ragamnya, jika terdapat perbedaan yang nyata dimana F hitung P lebih besar dari F tabel 5%, dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa produktivitas padi sawah tertinggi diperoleh pada perlakuan jarak tanam 20 x 20 cm dengan konversi potensi hasil sebesar 8,20 ton/ha. Kata kunci : jarak tanam, hasil, padi sawah
Uji Ketinggian Penggenangan Air Terhadap Anakan Steril Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa l.) Santosa, Budi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4822

Abstract

ABSTRAK : Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran tinggi penggenangan yang paling tepat untuk menghasilkan persentase anakan produktif yang tertinggi dengan anakan steril yang kecil. Penelitian dengan melakukan pengkajian beberapa ketinggian penggenangan air pada tanaman padi dalam pot platik yang berbeda-beda, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan ketinggian penggenangan, yaitu : 0 cm (P0/(kontrol), 5 cm (P1), 10 cm (P2), dan 15 cm (P3). Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 pot tanaman sampel dengan 4 ulangan. Pada perlakuan P0 (kontrol), P1, P2, dan P3 digenangi selama 35 hari, yaitu pada umur 41-75 hari setelah tanam (hst). Umur tanaman 1 – 40 hari setelah tanam (hst), kondisi air diatur dalam keadaan macak-macak. Selanjutnya pada umur 76 hari sampai panen kondisi air juga diatur dalam keadaan macak-macak. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam, jika menunjukkan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan menggunakan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT)/LSD pada taraf nyata α 0,05.  Hasil penelitian menjukkan bahwa ketinggian penggenangan air 5 cm mampu menekan jumlah anakan steril dan menghasilkan berat kering gabah per rumpun serta hasil dalam ton/ha paling tinggi yaitu 8,70.Kata kunci : uji, penggenangan, anakan steril, padi sawah
ANALISIS PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI KELURAHAN TANAH GARAM KOTA SOLOK Budi Santosa; Yurma Metri; Muhammad Amri; Desi Ratna Sari
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1360

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran penyuluh pertanian dalam berbagai kegiatan pengembangan kelompok tani, seperti : fasilitasi, pembinaan, dan pendampingan serta dampaknya terhadap peningkatan kapasitas, kemandirian dan keberlanjutan kelompok tani. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif atau kuantitatif, melibatkan petani dan penyuluh sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok, dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian sangat berpengaruh dan penting terhadap pengembangan kelompok tani. Peran ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani dalam mengelola usaha tani mereka. Sebagai fasilitator, penyuluh memfasilitasi petani dalam mengakses sarana produksi (bibit, pupuk, pestisida), informasi, dan bantuan dari berbagai lembaga terkait. Sebagai inovator, penyuluh memperkenalkan informasi, teknologi, dan praktik baru (inovasi) yang bertujuan untuk merubah perilaku petani ke arah yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas hasil panen. Sebagai motivator, penyuluh terus mendorong dan memotivasi anggota kelompok tani untuk aktif terlibat dalam kegiatan kelompok dan penyuluhan, fostering kerjasama dan partisipasi. Sebagai dinamisator, penyuluh membantu dalam pengorganisasian kegiatan kelompok tani, memastikan pemanfaatan kelompok sebagai wadah aspirasi dan pemantauan kegiatan berjalan dengan baik. Sebagai edukator, penyuluh menjadi tempat petani berdiskusi dan berkonsultasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan usahatani, serta membimbing mereka dalam praktik budidaya yang efektif. Kehadiran dan keaktifan penyuluh secara signifikan berkorelasi positif dengan perkembangan kelompok tani di wilayah tersebut, membantu petani meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Pola Perkembangan Penyakit Bercak Bakteri (Xanthomonas campestris pv. vesicatoria) dan Penetapan Prediktor Waktu untuk Menduga Kehilangan Hasil Tomat Budi Santosa; Muhammad Amri; Yurma Metri
Agrotechnology Research Journal Vol 8, No 2 (2024): Agrotechnology Research Jurnal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v8i2.94965

Abstract

The aim of the research was to obtain the most precise pattern of development of bacterial disease (Xanthomonas campestris pv. vesicatoria) and determine the relationship between the intensity of bacterial spot disease and yield loss of tomato plants (Lycopersicum esculentum Mill.). The research was carried out in Solok Regency at an altitude of 388 m above sea level from June to December 2022. To determine the most appropriate pattern of disease development, two mathematical models were tested: Logistic and Gompertz’s models, which were corrected by Campbell and Madden as well as Neher and Campbell. The yield loss estimation method uses a single disease forecasting system with a single critical time type. The disease was measured at several plant ages according to the growth phase from the base point of 0 DAP, then at ages 26, 31, 36, 41, 46, 51, 56, 61, 66, and 71 days after planting. Variation in disease severity was created by inoculating plants through several inoculum densities. The results showed that the development of Xcv disease follows Gompertz’s model, and the critical time to determine the relationship between disease intensity and yield loss follows the rank regression model with a critical time at plant age of 31 days after planting.
Effect of Several Types of Compost on The Growth and Yield of Rice Budi Santosa; Muhammad Amri; Yurma Metri; Desi Ratna Sari
Agrotechnology Research Journal Vol 9, No 1 (2025): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v9i1.102113

Abstract

Compost is an organic fertilizer produced through the decomposition of plant residues, animal waste, and other organic materials, playing a vital role in enhancing soil fertility, nutrient availability, and microbial activity. This study aimed to evaluate the effectiveness of various compost types on the growth and yield of rice. The experiment was conducted in Nagari Koto Baru, Solok Regency, from July to December 2022, using a Randomized Block Design (RBD) with six treatments of compost type and four replications: no compost, kirinyuh (Chromolaena odorata), rice straw, grass, corn leaf, and cow dung compost. The dose of compost used in all treatments was the same, at 100 g per pot. Composting was carried out for 30 days, utilizing PROMI microorganisms to accelerate decomposition. Data were analyzed using analysis of variance and Duncan’s New Multiple Range Test at a 5% significance level. The results indicated that kirinyuh compost produced the best response across all observed parameters, including plant height (76.20 cm), number of leaves (79.80), number of tillers (30.50), nmber of productive tillers (28.00), panicle length (26.00 cm), number of grains per panicle (170.00), weight of 1,000 grains (28.00 g), and grain weight per pot (105.00 g). This yield corresponds to a potential production of 9.45 t.ha-1. These findings highlight Kirinyuh compost as a promising local organic fertilizer capable of sustainably increasing rice productivity while improving soil health.
PENGARUH PENCEMARAN LINGKUNGAN PERAIRAN TERHADAP KEBERHASILAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KOTA PADANG Muhammad Amri; Budi Santosa; Desi Ratna Sari; Siti Aisyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5132

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of river pollution on the performance of freshwater aquaculture using five major rivers in Padang City: Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, and Batang Anai. A quantitative approach was applied through field surveys and laboratory analyses at three stations of each river to measure physical, chemical, and biological water parameters, as well as aquaculture performance indicators including survival rate, specific growth rate, feed conversion ratio, and harvest biomass. The results show that most water quality parameters exceeded the Class II standards of Government Regulation No. 22/2021, particularly turbidity, TSS, ammonia, BOD, COD, and total coliform. Regression analysis indicates that chemical parameters have the strongest influence on aquaculture performance, followed by physical parameters, while biological parameters are near-significant, and anthropogenic pollution exerts a significant negative effect. Batang Air Dingin showed the best water quality and aquaculture performance, whereas Batang Kandis exhibited the highest pollution level and lowest production outcomes. The study concludes that river pollution significantly reduces freshwater aquaculture productivity and highlights the need for sustainable water quality management. Keywords: Aquaculture; Performance; Pollution; River; Water Quality. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pencemaran air sungai terhadap keberhasilan budidaya ikan air tawar pada lima sungai utama di Kota Padang, yaitu Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, dan Batang Anai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium pada tiga stasiun setiap sungai, meliputi parameter fisika, kimia, dan biologi, serta indikator performa budidaya yang terdiri dari survival rate, laju pertumbuhan harian, feed conversion ratio, dan biomassa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air telah melampaui baku mutu PP 22/2021 Kelas II, terutama kekeruhan, TSS, amonia, BOD, COD, dan total coliform. Analisis regresi mengindikasikan bahwa parameter kimia merupakan faktor paling dominan memengaruhi keberhasilan budidaya, diikuti parameter fisika, sementara parameter biologi mendekati signifikan, dan pencemaran antropogenik terbukti berpengaruh negatif terhadap performa budidaya. Sungai Batang Air Dingin memiliki kualitas air terbaik dan hasil budidaya tertinggi, sedangkan Batang Kandis menunjukkan tingkat pencemaran tertinggi dan performa budidaya terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencemaran sungai berperan nyata dalam menurunkan produktivitas budidaya ikan dan perlu dilakukan pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan. Kata Kunci: Budidaya Ikan; Kualitas Air; Pencemaran; Performa Budidaya; Sungai.