Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan supervisi dan monitoring dalam peningkatan mutu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Makassar melalui pendekatan studi komparatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 4 PKBM dan 12 subjek penelitian yang terdiri dari pengelola, tutor, dan penilik pendidikan nonformal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik, monitoring administrasi, supervisi kelembagaan, serta sarana prasarana berperan penting dalam peningkatan mutu PKBM. Namun, efektivitas pelaksanaannya berbeda antar lembaga. PKBM dengan supervisi terstruktur, administrasi berbasis data, kepemimpinan partisipatif, dan fasilitas memadai menunjukkan kualitas pengelolaan yang lebih baik. Sebaliknya, keterbatasan kompetensi tutor, manajemen lembaga, dan sarana pembelajaran menjadi faktor penghambat utama. Selain itu, supervisi dan monitoring masih cenderung berorientasi administratif, sehingga belum optimal dalam mendorong peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi dan monitoring perlu diarahkan sebagai proses pembinaan profesional yang terintegrasi untuk meningkatkan mutu pendidikan nonformal secara berkelanjutan.