Penguatan ekonomi desa memerlukan model pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menghubungkan produk lokal dengan pengalaman wisata berbasis pengetahuan. Di Desa Bontotiro, pelaku UMKM dan pengelola eduwisata masih menghadapi kendala dalam penguatan identitas produk, kemasan, promosi digital, dan integrasi produk lokal ke dalam aktivitas wisata desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan pengelola eduwisata melalui pendampingan identitas merek, pengembangan kemasan, pemetaan potensi wisata, dan promosi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan partisipatif melalui observasi, lokakarya, pendampingan, serta evaluasi reflektif bersama mitra. Kegiatan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, pengelola Pokdarwis, perangkat desa, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi pertanian dan produk olahan lokal dapat diintegrasikan dalam pengembangan eduwisata berbasis pertanian. Pendampingan menghasilkan penguatan identitas visual pada 10 produk UMKM, dua konsep paket eduwisata pertanian, serta materi promosi berbasis media digital. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya identitas produk, promosi digital, dan pengalaman wisata berbasis pertanian untuk mendukung pemberdayaan ekonomi desa secara partisipatif dan berkelanjutan bersama.