Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Bencana Pesisir Melalui Penanaman Mangrove Pada Program Kosabangsa di Desa Uwedikan Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Rosmaniar Gailea; Muhammad Jufri; Bakhrani Rauf; Muhammad Afief Mubayyin; Darmawang Darmawang; Rahmansah Rahmansah; Syamsurizal Syamsurizal; Putri Indah Mayangsari; Ahmad Ridho Ramadani; Serina Serina; Ismail Ismail
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.102-111

Abstract

Mangrove forest rehabilitation is essential to mitigate the impact of abrasion and mangrove ecosystem degradation. Mangrove planting activities with the community of Uwedikan Village, Luwuk Timur Subdistrict, Banggai Regency, were carried out as part of the Kosabangsa Program to support the development of the area’s potential as a Tourism Village. The aim of mangrove planting activities on Togong Island is to prevent coastal abrasion disasters on Togong Island. This community service program was conducted collaboratively between the Muhammadiyah University of Palu and the Uwedikan Village community, involving two groups: the Culinary Pokdarwis Nyiur Melambai Group (CPNMG) and the Teluk Balean Fishermen Group (TBFG), each consisting of 20 members. The activities included socialization, technical training, planting practice at target locations (Togong Island and Balean Island), and monitoring and evaluation The result of activity showed that performance of the training technical planting was classified as moderate (score 43,93) for CPNMG and score for TBFG is 29,38. A total of 750 mangrove seedlings consisting of Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, and Avicennia marina were obtained from the Watershed Management Center (BPDAS) of Palu-Poso. The planting of seedlings was carried out from October 2024 in coastal areas affected by abrasion (covering 75 m x 10 m), with a planting distance of 1 x 1 m.
PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN SISTEM USAHATANI TERINTEGRASI TANAMAN DAN TERNAK Nur Khasanah; Rosmaniar Gailea; Burhanuddin Nasir; Sri Anjar Lasmini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan masyarakat menghadapi berbagai tantangan, antara lain tingginya biaya produksi pertanian, ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan. Di Desa Oloboju, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, limbah tanaman sayuran dan limbah ternak sebagian besar belum dimanfaatkan secara produktif sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan sistem usahatani terintegrasi tanaman dan ternak sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah ternak menjadi kompos serta limbah tanaman sayuran menjadi pupuk organik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi lapangan, praktik langsung, dan pendampingan kepada kelompok tani dan kelompok ternak, dengan kegiatan utama, yaitu pelatihan pembuatan kompos berbahan limbah ternak dan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah tanaman sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian dan peternakan menjadi produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Penggunaan pupuk organik dan kompos memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman sayuran, memperbaiki struktur tanah, serta membantu mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan dapat menekan biaya produksi dan mengurangi pencemaran lingkungan, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui penerapan sistem usahatani terintegrasi berbasis sumber daya lokal