Wawan Susanto
UIN Sayyid Ali Rahmatulllah Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan Perempuan dalam QS. An-Nisa’ 34: Komparasi Tafsir Al-Thabari dan Al-Manar dalam Perspektif Amina Wadud Muhammad Nur; Wawan Susanto
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 2 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i2.474

Abstract

Isu kepemimpinan perempuan dalam Islam, khususnya terkait Q.S. An-Nisa' [4]:34, memicu perdebatan teologis dan sosial. Tafsir klasik cenderung mengukuhkan dominasi laki-laki, sementara pemikir modern menawarkan pembacaan yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan membandingkan penafsiran Q.S. An-Nisa' [4]:34 oleh Al-Thabari (klasik) dan Muhammad Abduh (modern) mengenai kepemimpinan Perempuan, serta menganalisisnya melalui hermeneutika keadilan gender Amina Wadud. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan metode deskriptif-analitik. Hasilnya menunjukkan bahwa Al-Thabari menafsirkan kepemimpinan sebagai hierarkis dan kodrati. Al-Thabari memahami qiwāmah sebagai bentuk keunggulan laki-laki, dengan landasan biologis dan sosial yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Sebaliknya, Muhammad Abduh memaknai qiwāmah sebagai tanggung jawab sosial yang dapat dijalankan oleh siapapun yang memiliki al-fadhl (keunggulan), termasuk perempuan. Dalam perspektif Wadud, tafsir Al-Thabari bersifat normatif-patriarkal, sedangkan Abduh lebih progresif dan mendekati prinsip keadilan gender. Kesimpulannya, penafsiran Abduh lebih relevan untuk kesetaraan gender kontemporer yang menyoroti urgensi pembaruan tafsir  inklusif dan non-diskriminatif