Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gamifikasi Dakwah Di Ruang Virtual: Analisis Netnografi Terhadap Komunitas Majelis Roblox Indonesia Dalam Membentuk Identitas Religius Gen Alpha & Z Abdullah Kalfin Alfayadh; Ahmad Nazhif Adriyansyah; Laila Qodriyah; Roni Hidayat
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/rsw1ay92

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of da’wah gamification and the shift in religious authority within the Majelis Roblox Indonesia (MARIO) community on the TikTok platform. Amidst the dominance of a digital culture that tends to be profane, MARIO emerges as an anomaly that integrates Islamic values into the virtual gaming ecosystem. Employing a qualitative method with a netnographic approach, this research conducted digital observations of video content, profile structures, and interaction patterns within the comment sections of the @majelisrobloxindonesia account, without involving formal interview interventions. The results indicate that MARIO has successfully reconstructed sacred space through “pixel architecture,” where gaming activities are transformed into a medium for strengthening religious identity and cultivating noble character (akhlakul karimah) for Generation Z and Alpha. Furthermore, the findings reveal a hybridity of religious authority that combines digital literacy skills with professional backgrounds, such as psychology, to establish community legitimacy. Keywords: Netnography, Majelis Roblox Indonesia, Religious Authority.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena gamifikasi dakwah dan pergeseran otoritas keagamaan dalam komunitas Majelis Roblox Indonesia (MARIO) di platform TikTok. Di tengah dominasi budaya digital yang cenderung profan, MARIO hadir sebagai anomali yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam ekosistem permainan virtual. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan netnografi, penelitian ini melakukan observasi digital terhadap konten video, struktur profil, dan pola interaksi pada kolom komentar akun @majelisrobloxindonesia tanpa melibatkan intervensi wawancara formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MARIO berhasil melakukan rekonstruksi ruang sakral melalui “arsitektur piksel,” di mana aktivitas bermain (game) diubah menjadi sarana penguatan identitas religius dan pembentukan akhlakul karimah bagi Generasi Z dan Alpha. Temuan penelitian juga mengungkap adanya hibriditas otoritas keagamaan yang menggabungkan kecakapan literasi digital dengan latar belakang profesional seperti psikologi untuk membangun legitimasi komunitas. Kata kunci: Netnografi, Majelis Roblox Indonesia, Otoritas Keagamaan.
Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Studi Kasus : Mahasiswa Program Studi Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Annisa Rizky Utami; Baqiyatu Sholihati; Niya Herniwati; Roni Hidayat
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/vqc87g30

Abstract

Students often experience difficulties in learning languages other than Indonesian, one of which is Arabic. Arabic is often considered a difficult language to learn and understand due to differences in grammatical structure, vocabulary, and its writing system compared to Indonesian. This study aims to analyze the factors that cause students to have difficulty learning Arabic in the General Study Program. This research uses a descriptive quantitative approach supported by interpretative analysis, where the researcher categorizes respondents' answers based on a research scale consisting of 1 (strongly disagree), 2 (disagree), 3 (neutral), and 4 (agree) 5 (strongly agree). Data sources were obtained through questionnaires distributed to around 26 respondents from accountancy department UIN Syarif Hidayatullah Jakarta via the WhatsApp Application. Research results show that the main factors of difficulty in learning Arabic include limited vocabulary, difficult grammar, lack of practice, low learning interest, as well as less engaging learning methods. In addition, the educational background of students also affects their ability to learn Arabic. Therefore, adaptive and interactive learning strategies are sought to improve understanding and student contribution in Arabic learning. Keywords: Arabic Launguage, Learning Difficulties, Students.   Abstrak Mahasiswa sering kali merasakan kesulitan belajar bahasa selain Bahasa Indonesia, salah satunya adalah Bahasa Arab. Bahasa Arab sering kali dianggap sebagai bahasa yang sulit dipelajari dan dipahami karena perbedaan struktur tata bahasa, kosakata, dan sistem penulisannya yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa kesulitan belajar Bahasa Arab pada mahasiswa Program Studi Akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan analisis interpretatif, di mana peneliti mengelompokkan jawaban responden berdasarkan skala penelitian yang terdiri dari 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (netral), dan 4 (setuju), 5 (sangat setuju). Sumber data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada sekitar 26 responden dari prodi akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Aplikasi WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama kesulitan belajar Bahasa Arab meliputi keterbatasan kosakata, sulitnya tata bahasa, kurangnya latihan, rendahnya minat belajar, serta metode pembelajaran yang kurang menarik. Selain itu, latar belakang pendidikan mahasiswa juga memengaruhi kemampuan dalam mempelajari Bahasa Arab. Oleh karena itu, diupayakan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif guna meningkatkan pemahaman serta kontribusi mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. Kata Kunci: Bahasa Arab, Kesulitan Belajar, Mahasiswa.