Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Komparatif dalam Studi Islam dan Kontribusinya bagi Kajian Islam Kontemporer Laila Safitri Siregar; Anas Habibi Ritonga
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4g1rnk38

Abstract

The comparative approach is one of the important approaches in Islamic studies used to compare various views, schools of thought, ideas, and religious traditions in order to understand their similarities and differences objectively. This study aims to explain the meaning of the comparative approach, its application in the Islamic intellectual tradition, major figures and works related to the comparative approach, its implementation in religious and Islamic studies, as well as its significance and contribution to the development of Islamic studies. This study uses a qualitative research method with a library research approach. The data were collected from books, scientific journals, articles, and various written sources related to the comparative approach in Islamic studies. The results show that the comparative approach has developed since the classical period of Islam through studies of muqaranat al-madzahib, milal, and firaq. This approach was also developed through the contributions of figures such as Al-Syahrastani, Ibnu Hazm, and Al-Biruni. The comparative approach plays an important role in broadening intellectual insight, fostering tolerance, developing critical thinking, and supporting the development of modern Islamic studies. This approach also helps create moderate and open-minded attitudes in dealing with diversity of thought and belief in society. Keywords: Comparative Approach, Islamic Studies, Muqaranat Al-Madzahib, Religious Studies, Islamic Intellectual Tradition.   Abstrak       Pendekatan komparatif merupakan salah satu pendekatan penting dalam studi Islam yang digunakan untuk membandingkan berbagai pandangan, mazhab, pemikiran, maupun tradisi keagamaan guna memahami persamaan dan perbedaannya secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian pendekatan komparatif, penggunaan pendekatan tersebut dalam tradisi intelektual Islam, tokoh dan karya utama yang berkaitan dengan pendekatan komparatif, penerapannya dalam studi agama dan studi Islam, serta signifikansi dan kontribusinya dalam perkembangan studi Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan pendekatan komparatif dalam studi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komparatif telah berkembang sejak masa klasik Islam melalui kajian muqaranat al-madzahib, milal, dan firaq. Pendekatan ini juga berkembang melalui kontribusi tokoh-tokoh seperti Al-Syahrastani, Ibnu Hazm, dan Al-Biruni. Pendekatan komparatif memiliki peran penting dalam memperluas wawasan keilmuan, menumbuhkan sikap toleransi, mengembangkan pemikiran kritis, serta mendukung perkembangan studi Islam modern. Pendekatan ini juga membantu menciptakan sikap moderat dan terbuka dalam menghadapi keberagaman pemikiran dan keyakinan dalam kehidupan masyarakat.   Kata kunci: Pendekatan Komparatif, Studi Islam, Muqaranat Al-Madzahib, Studi Agama, Tradisi Intelektual Islam.
Psikologi Agama dan Studi Islam Siti Juraida Hasibuan; Melinda Saputri Pulungan; Anas Habibi Ritonga
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/82ayj561

Abstract

Psychology of religion is a branch of psychology that examines the relationship between human psychological aspects and religious experiences and behaviors. In the context of Islamic studies, psychological approaches play an important role in understanding spirituality, inner dimensions, and the religious behavior of Muslims in everyday life. This paper aims to examine the definition and scope of psychology of religion, its major approaches, prominent scholars and their influential works, applications of psychology in Islamic studies, and the significance of psychological approaches in the study of Islam. This study employs a library research method with a descriptive-analytical approach by reviewing various relevant literature sources. The findings indicate that psychology of religion contributes significantly to understanding religious development, mental health, spiritual experiences, and the formation of Islamic identity. Furthermore, psychological approaches support the development of Islamic psychotherapy, Islamic education, and efforts to promote social harmony within society. Therefore, the integration of psychology and Islamic studies is an important approach in addressing various religious and psychological issues in the modern era. Keywords: Psychology of Religion, Islamic Studies, Spirituality, Mental Health, Islamic Psychology.   Abstrak       Psikologi agama merupakan cabang ilmu yang mengkaji hubungan antara aspek psikologis manusia dengan pengalaman dan perilaku keberagamaannya. Dalam konteks studi Islam, pendekatan psikologi berperan penting dalam memahami dimensi batin, spiritualitas, serta perilaku umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji definisi dan ruang lingkup psikologi agama, pendekatan-pendekatan utama yang digunakan dalam psikologi agama, tokoh-tokoh beserta karya-karya pentingnya, contoh penerapan psikologi dalam kajian Islam, serta signifikansi pendekatan psikologis dalam studi Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikologi agama memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami perkembangan keberagamaan, kesehatan mental, pengalaman spiritual, serta pembentukan identitas keislaman. Pendekatan psikologis juga mendukung pengembangan psikoterapi Islami, pendidikan Islam, dan upaya membangun harmoni sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, integrasi psikologi dan studi Islam menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan dan psikologis di era modern.   Kata kunci: Psikologi Agama, Studi Islam, Spiritualitas, Kesehatan Mental, Psikologi Islam.
Epistimologi Islam Siti Rapeah; Vandawa Sipahutar; Anas Habibi Ritonga
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/f6b4pv64

Abstract

This study aims to examine Islamic epistemology from the perspective of multidisciplinary Islamic studies by analyzing the ontological, epistemological, and axiological dimensions of knowledge in Islam. The discussion focuses on the concept of Islam in ontological studies, sources of knowledge in Islam, methods of acquiring knowledge, and the role and function of knowledge in human life. This research employs a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from relevant literature, including books, scholarly articles, and academic sources discussing Islamic epistemology. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and interpretative conclusion drawing. The findings reveal that Islamic epistemology is constructed upon the integration of revelation, reason, sensory perception, and intuition as sources of knowledge. Revelation, embodied in the Qur'an and Sunnah, occupies the highest position as the ultimate source of truth, while reason, empirical experience, and intuition function as instruments for understanding and developing knowledge. The epistemological methods in Islam include the bayani (textual), burhani (rational), irfani (intuitive), empirical, and historical approaches, which complement one another in understanding reality. Furthermore, knowledge in Islam possesses a strong axiological dimension, serving as a means of drawing closer to Allah, cultivating noble character, and promoting human welfare and civilization. Therefore, Islamic epistemology offers an integrative, holistic, and value-oriented paradigm of knowledge grounded in divine principles. Keywords: Islamic epistemology, sources of knowledge, revelation, reason, axiology.   Abstrak       Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi Islam dalam perspektif studi Islam multidisipliner dengan menelaah aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis pengetahuan dalam Islam. Fokus kajian meliputi konsep Islam dalam perspektif ontologis, sumber-sumber pengetahuan dalam Islam, metode memperoleh pengetahuan, serta peran dan fungsi pengetahuan dalam kehidupan manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, dan sumber-sumber akademik yang membahas epistemologi Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Islam dibangun atas integrasi antara wahyu, akal, indera, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan. Wahyu dalam Al-Qur'an dan Sunnah menempati posisi utama sebagai sumber kebenaran, sedangkan akal, pengalaman empiris, dan intuisi berfungsi sebagai instrumen dalam memahami dan mengembangkan pengetahuan. Metode epistemologis Islam mencakup pendekatan bayani, burhani, irfani, empiris, dan historis yang saling melengkapi dalam memahami realitas. Selain itu, pengetahuan dalam Islam memiliki dimensi aksiologis yang kuat, yaitu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, membentuk akhlak mulia, serta mewujudkan kemaslahatan dan kemajuan peradaban manusia. Dengan demikian, epistemologi Islam menawarkan paradigma keilmuan yang integratif, holistik, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan.   Kata kunci: epistemologi Islam, sumber pengetahuan, wahyu, akal, aksiologi.