Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien rawat inap, khususnya pada kelompok populasi rentan. Pemahaman mengenai dominasi faktor lama perawatan dan usia lanjut dalam konteks keterbatasan sumber daya masih perlu dikaji lebih mendalam untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dominan kejadian pneumonia pada pasien rawat inap di RST TK IV Kendari dengan menganalisis variabel lama perawatan, usia dan penyakit komorbid. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian terdiri dari 71 pasien rawat inap yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 kasus pneumonia dan 61 kontrol tanpa pneumonia. Pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti pasien sejak awal perawatan hingga akhir perawatan. Analisis data dilakukan secara bertahap menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact untuk analisis bivariat, dilanjutkan dengan uji Regresi Logistik Berganda untuk analisis multivariat guna memperoleh nilai Adjusted Odds Ratio (AOR). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel lama perawatan > 5 hari, usia >60 tahun, serta keberadaan penyakit komorbid (Stroke, diabetes melitus, infeksi penyerta, dan trauma kepala) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian pneumonia. Lama perawatan > 5 hari memberikan risiko sebesar 100,8 kali lebih tinggi dibandingkan perawatan ≤5 hari (AOR = 100,8; 95% CI: 10,5–966,5; p value < 0.001. Pasien berusia > 60 tahun memberikan risiko sebesar 29,25 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia ≤60 tahun (AOR = 29,25; 95% CI: 2,74–312,1; p = 0,005). Hasil penelitian menyatakan bahwa durasi rawat inap yang panjang dan faktor usia lanjut merupakan prediktor kuat terjadinya pneumonia, terlepas dari adanya kondisi komorbid lainnya.Simpulan dari penelitian ini adalah lama perawatan yang melebihi 5 hari dan usia lanjut (>60 tahun) adalah faktor risiko independen yang sangat signifikan terhadap kejadian pneumonia.