Melissa Mauli Sibarani
Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Suplementasi Omega-3 Terhadap Nafsu Makan Pada Pasien Tuberkulosis Paru: Evidence-Based Case Report Melissa Mauli Sibarani; Krisadelfa Sutanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23435

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dan sering berhubungan dengan malnutrisi akibat peningkatan kebutuhan metabolik, inflamasi sistemik, dan penurunan nafsu makan. Asam lemak omega-3 (ω-3 fatty acids) memiliki sifat antiinflamasi yang berpotensi membantu regulasi nafsu makan dan pemulihan status gizi pada pasien TB. Evidence-based case report ini bertujuan mengevaluasi peran suplementasi omega-3 terhadap nafsu makan pada pasien tuberkulosis paru. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kriteria eligibilitas yang telah ditetapkan. Telaah kritis dilakukan menggunakan Oxford Centre for Evidence-Based Medicine (CEBM) dan kerangka telaah kritis FAITH. Dua studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas satu randomized controlled trial dan satu studi observasional. Tingkat evidensi berkisar antara Level 2 hingga Level 4 dengan kualitas metodologi sedang. Satu penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara rasio asupan omega-3/omega-6 dengan skor nafsu makan (r = −0,10; p = 0,54), sedangkan penelitian lain menunjukkan perbaikan indeks massa tubuh dan parameter inflamasi tanpa penilaian langsung terhadap nafsu makan. Bukti ilmiah saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa suplementasi omega-3 secara langsung meningkatkan nafsu makan pada pasien TB paru. Namun, suplementasi omega-3 berpotensi memberikan manfaat antiinflamasi dan dukungan status gizi sebagai terapi adjuvan. Jumlah studi yang terbatas, heterogenitas luaran, pengukuran nafsu makan yang tidak langsung, dan ukuran sampel kecil menjadi keterbatasan utama bukti ilmiah yang tersedia.