Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Indeks Massa Tubuh Pasien Diabetes Melitus Dengan Dan Tanpa Neuropati Diabetik Di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Fahruniza Fahruniza; Festy Ladyani Mustofa; Anggunan Anggunan; Bobby Suryawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.22247

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor yang dapat memperburuk komplikasi kronis pada pasien Diabetes Melitus (DM), termasuk Neuropati Diabetik (ND). Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga berhubungan dengan terjadinya komplikasi neuropati pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan IMT pada pasien DM dengan dan tanpa komplikasi Neuropati Diabetik di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 91 pasien DM. Data diperoleh dari rekam medis, kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS), dan pemeriksaan Diabetic Neuropathy Examination (DNE).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM dengan komplikasi ND paling banyak berada pada kelompok usia 50–59 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Kategori IMT pasien DM dengan ND paling banyak termasuk overweight. Analisis menunjukkan terdapat perbedaan IMT yang signifikan antara pasien DM dengan komplikasi ND dan tanpa komplikasi ND. Nilai mean difference sebesar 5,01 kg/m² dengan 95% confidence interval 3,03–6,99 menunjukkan bahwa rata-rata IMT pasien DM dengan ND lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa ND. Pasien DM yang mengalami komplikasi Neuropati Diabetik memiliki IMT yang secara bermakna lebih tinggi dibandingkan pasien DM tanpa komplikasi. Perbedaan rerata IMT sebesar 5,01 kg/m² mengindikasikan bahwa peningkatan berat badan berpotensi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya Neuropati Diabetik. Secara klinis, hasil ini menegaskan pentingnya pengendalian berat badan dan pemantauan status gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi neuropati pada pasien DM.