Linda Siti Fatimah
Program Studi Sarjana Keperawatan Dan Pendidikan Profesi Ners, Universitas Medika Suherman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil Terhadap Perbaikan Luka Dekubitus Pada Pasien Tirah Baring Di ICU RS Sentra Medika Cisalak Herliana Jaya Fitri; Linda Siti Fatimah; Aprilina Sartika; Tri Wahyuni Ismoyowati; Indri Halimatu Sadiah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23263

Abstract

Pasien yang mengalami imobilisasi dalam waktu lama memiliki risiko tinggi terkena luka dekubitus akibat tekanan terus-menerus yang dapat mengganggu aliran darah pada jaringan tubuh. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi berat, mulai dari infeksi hingga kematian. Virgin coconut oil (VCO) memiliki kandungan antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kondisi luka dekubitus sebelum dan sesudah pemberian intervensi VCO pada pasien tirah baring. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui pendekatan one-group pre-post test. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemberian VCO dilakukan dua kali dalam sehari. Evaluasi kondisi luka dilakukan menggunakan instrumen Pressure Ulcer Scale for Healing (PUSH Tool). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kondisi luka sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001), dengan median penurunan skor luka sebesar 3 poin, effect size 0,82, serta confidence interval 95% sebesar 1,8–4,2. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan VCO efektif dalam membantu perbaikan luka dekubitus pada pasien tirah baring di ruang ICU. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa tidak adanya kelompok kontrol dan jumlah sampel yang masih terbatas.