Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potret beban kerja guru, mengkaji strategi pengorganisasian yang diterapkan, serta menjelaskan bagaimana pengorganisasian berbasis Manajemen Pendidikan Islam berperan dalam memelihara keseimbangan kerja guru di MI Biba'afadlrah Sananrejo, Turen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan kepala madrasah, guru senior, dan guru baru, serta dokumentasi terkait pembagian tugas dan struktur organisasi madrasah. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi beban kerja yang kompleks akibat rangkap peran sebagai pendidik, pengelola administrasi madrasah, dan pembina kegiatan ekstrakurikuler. Namun demikian, risiko ketidakseimbangan kerja dan burnout dapat diminimalkan melalui strategi pengorganisasian yang menempatkan guru sesuai kompetensi, minat, dan kapasitas kerjanya. Praktik pengorganisasian tersebut selaras dengan fungsi organizing dalam teori George R. Terry serta merefleksikan prinsip tanzhim dalam Manajemen Pendidikan Islam yang diwujudkan melalui nilai at-tawazun (keseimbangan), al-'adl (keadilan), amanah, dan ta'awun. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi antara pengorganisasian yang efektif dan nilai-nilai Islam berkontribusi dalam menjaga keseimbangan kerja guru serta mendukung keberlangsungan kinerja lembaga pendidikan.