Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rahasia Kesehatan Mental Dalam Islam: Ketika Syukur Menjadi Pilar Kesejahteraan Psikologis Muhammad Mustakfibillah; Kana Safrina Rouzi
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesejahteraan psikologis dan syukur dalam perspektif psikologi modern dan psikologi Islam. Kesejahteraan psikologis dipahami sebagai kondisi optimal individu yang mencakup penerimaan diri, relasi positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi sebagaimana dikemukakan oleh Carol D. Ryff. Sementara itu, syukur dalam psikologi positif, sebagaimana diteliti oleh Robert A. Emmons dan Michael E. McCullough, terbukti meningkatkan emosi positif, menurunkan stres, dan memperkuat regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis literatur psikologi modern dan literatur psikologi Islam klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, syukur memiliki tiga dimensi utama, yaitu kognitif (kesadaran akan nikmat Allah), afektif (perasaan ridha dan bahagia), dan behavioral (penggunaan nikmat dalam amal saleh). Ketiga dimensi tersebut berkontribusi terhadap terciptanya ketenangan batin (ithmi’nān), rasa cukup (qanā‘ah), stabilitas emosi, makna hidup, serta hubungan sosial yang sehat. Dengan demikian, syukur berfungsi sebagai mekanisme psikologis dan spiritual yang memperkuat kesejahteraan psikologis secara holistik. Integrasi antara konsep kesejahteraan psikologis dan syukur dalam kerangka psikologi Islam menunjukkan bahwa kesehatan mental tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga berakar pada keselarasan antara hati, pikiran, perilaku, dan hubungan dengan Allah.
Penguatan Budaya Mutu dalam Menghadapi Akreditasi: Refleksi Penjaminan Mutu di SMK Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta Muhammad Mustakfibillah
Imanu: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam Vol. 2 No. 02 (2026): IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam
Publisher : IMANU: Jurnal Hukum dan Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strengthening the quality of vocational education cannot rely solely on fulfilling accreditation documents but requires an organizational culture that places continuous improvement at the center of educational practice. This article aims to analyze quality culture strengthening in preparation for accreditation at SMK Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta through the perspectives of Total Quality Management (TQM), Internal Quality Assurance System (SPMI), vocational education, and pesantren values. The study employs a qualitative-reflective approach using a documentary study method. Data were obtained from official institutional documents, accreditation regulations and guidelines, and relevant scientific literature. The analysis involved identifying institutional characteristics, mapping quality-related concepts, interpreting their relevance to vocational and pesantren education, and formulating critical reflections and practical recommendations. The findings indicate that quality culture needs to integrate learning quality, vocational competence, character development, graduate relevance, leadership, stakeholder involvement, data-driven decision-making, and evidence-based documentation. Accreditation should function as an instrument for evaluation and reflection rather than merely an administrative target. Pesantren values can serve as cultural capital for strengthening integrity, discipline, responsibility, and work ethics. The study recommends an annual quality cycle, periodic self-evaluation, school-specific quality indicators, continuous documentation, strengthened teamwork, and the use of accreditation results as a baseline for subsequent quality improvement.