Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Etika Pelayanan Publik Pada Disdukcapil Kota Batu Dalam Perspektif Good Governance M Iqbal Rusydi Mahafadz; Irvan Ardiansyah; Dahlia Najatul Khilda; Muhammad khikam firdausy; Anni Iftitachul Faricha
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 03 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik yang etis dan berkualitas merupakan prasyarat fundamental bagi terwujudnya good governance, namun kesenjangan antara standar normatif dan implementasi empiris masih menjadi persoalan berulang dalam administrasi kependudukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji etika pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batu dalam perspektif good governance, mencakup analisis kondisi etika pelayanan, tingkat kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip good governance, serta identifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap Kepala Sekretaris Disdukcapil dan lima pengguna layanan, serta observasi partisipatif pasif di Kantor Disdukcapil dan Mal Pelayanan Publik Among Tani Kota Batu pada 27 April 2026. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa etika pelayanan secara umum telah berkembang positif, ditandai oleh sikap aparatur yang ramah, tidak adanya pungutan liar, dan penerapan sistem antrian yang adil. Namun, konsistensi layanan pada jam sibuk, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan inkonsistensi persyaratan masih menjadi tantangan. Dari sisi good governance, akuntabilitas formal terbukti kuat dengan capaian WTP sepuluh kali berturut-turut, tetapi akuntabilitas substantif, partisipasi masyarakat, dan aksesibilitas transparansi bagi kelompok rentan masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi teknologi dan komitmen pimpinan menjadi faktor pendukung utama, sedangkan ketimpangan kompetensi aparatur dan kesenjangan literasi digital masyarakat merupakan hambatan struktural yang perlu diatasi secara sistematis.
Peran Masyarakat Adat dalam Mitigasi Bencana Alam melalui Kearifan Lokal:  Studi Kasus Suku Tengger Ahmad Farhan; Shafana Alifah Yuseno; Renita Naila Fajriah; Dahlia Najatul Khilda; Abimanyu Abimanyu; Prisca Kiki Wulandari
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 04 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat adat Suku Tengger dalam mengurangi dampak bencana alam melalui kearifan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk memahami budaya dan struktur sosial dalam menghadapi ancaman bencana. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kearifan lokal Suku Tengger, seperti norma menjaga alam, kerja sama, serta pelaksanaan ritual tradisi, memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Kearifan lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai cara adaptasi antara manusia dan alam. Oleh karena itu, penting untuk menggabungkan pengetahuan lokal dari masyarakat adat dengan strategi mitigasi modern demi terciptanya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.