Amri Tajuddin
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Pemikiran Al-Farabi dan Konsep Nur Muhammad terhadap Asal Mula Semesta dalam Konteks Sains Kontemporer Miswinda; Amri Tajuddin; Abdullah
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.3385

Abstract

This study examines the relevance of Islamic metaphysical thought—particularly Al-Farabi’s theory of emanation and the concept of Nur Muhammad—to the development of modern cosmological theories such as the Big Bang. The research aims to integrate these two conceptual frameworks with modern cosmology, which emphasizes the origin of the universe through physical processes such as the initial singularity and the great primordial explosion (Big Bang). This study employs a qualitative approach using descriptive-comparative analysis of Islamic philosophical texts and scientific literature in modern cosmology. Data were collected through a literature review of primary and secondary works of Al-Farabi, classical Islamic theological texts, and recent scholarly articles from reputable journals. The findings indicate that Al-Farabi’s theory of emanation parallels hierarchical evolutionary processes in modern cosmology, while the concept of Nur Muhammad offers a spiritual dimension to scientific understandings of cosmic creation. The contribution of this research lies in providing a new framework that bridges classical Islamic philosophical thought with contemporary science, thereby forming a basis for multidisciplinary dialogue between religion, philosophy, and science. It is expected that this study will enrich academic discourse on the harmony between faith and reason in addressing fundamental questions about the existence of the universe.
Trilogi Kecerdasan Perspektif Wahyu dalam Islam: Sinergi Ilmu, Akal, dan Spiritual: The Trilogy of Intelligence: The Perspective of Revelation in Islam: The Synergy of Knowledge, Reason, and Spirituality Iin Mutmainnah Mutmainnah; Muliati; Amri Tajuddin; Darussalam Syamsuddin
SOSIOLOGIA : Jurnal Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sosiologia : Jurnal Agama dan Masyarakat
Publisher : IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/sosiologia.v4i1.14830

Abstract

Konsep kecerdasan dalam Islam tidak hanya merujuk pada kemampuan intelektual, tetapi mencakup integrasi harmonis antara ilmu, akal, dan spiritualitas yang berlandaskan wahyu. Wahyu berfungsi sebagai sumber pengetahuan tertinggi yang memberikan arah dan batasan etis bagi penggunaan akal, sekaligus memperkuat dimensi spiritual yang menuntun manusia pada kesadaran ketuhanan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana trilogi kecerdasan tersebut bekerja secara sinergis dalam membentuk manusia yang utuh, seimbang, dan berkarakter. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap Al-Qur’an, hadis, serta literatur keilmuan klasik dan kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa pemisahan antara ilmu, akal, dan spiritualitas menjadi penyebab utama munculnya krisis moral, spiritual, serta ketidakseimbangan pribadi di era modern. Integrasi ketiga unsur tersebut dalam kerangka wahyu memberikan landasan epistemologis yang komprehensif untuk mengembangkan kecerdasan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kualitas moral dan kedalaman spiritual. Temuan ini menegaskan relevansi paradigma trilogi kecerdasan dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan karakter, sehingga mampu menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta kuat secara spiritual.