Olahraga tradisional merupakan warisan budaya gerak lokal yang menyimpan potensi besar sebagai objek kajian ilmiah dalam bidang Pendidikan Jasmani (PENJAS). Namun, kesiapan mahasiswa sebagai calon peneliti dalam mengangkat tema ini masih belum banyak diteliti, khususnya di lingkungan perguruan tinggi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi, minat, kesiapan metodologis, dan hambatan yang dihadapi mahasiswa PENJAS terhadap olahraga tradisional sebagai objek riset, serta mengukur dampak Seminar Nasional Olahraga Tradisional terhadap perubahan tersebut. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan instrumen kuesioner skala Likert (pengukuran pre-post) kepada 59 mahasiswa peserta seminar dan Focus Group Discussion (FGD) untuk pendalaman kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada dimensi pemahaman (Δ=+0,24; t(58)=3,673; p=0,001; d=0,482), minat (Δ=+0,17; t(58)=3,303; p=0,002; d=0,434), dan kesiapan metodologis (Δ=+0,16; t(58)=2,544; p=0,014; d=0,334) pasca seminar. Hambatan utama yang teridentifikasi adalah keterbatasan referensi ilmiah (48,3%), sulitnya akses ke narasumber (39,0%), dan keterbatasan pengetahuan metodologis (32,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa seminar tematik merupakan intervensi efektif untuk meningkatkan literasi riset mahasiswa di bidang budaya gerak lokal, meskipun diperlukan tindak lanjut struktural berupa integrasi kurikulum dan pendampingan penelitian yang berkelanjutan.