Yeremias Mamu Sare
Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA MESA SEBAGAI OLAHRAGA TRADISIONAL DI DESA DEMONDEI KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR Yeremias Mamu Sare
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesa adalah suatu seni bela diri tradisional masyarakat  Desa Demondei. Mesa diperagakan oleh dua orang atau kelompok yang saling berhadapan diiringi bunyi gong dan gendang. Mesa biasanya di pertunjukan pada saat upacara-upacara adat yang sedang berlangsung, dan menghibur seluruh masyarakat Desa Demondei. Sebagai warisan leluhur, mesa harus dipertahankan dan dikembangkan, sekaligus menjaga dan melestarikan nilai-nilai warisan leluhur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna budaya mesa dalam kehidupan masyarakat di Desa Demondei dan gerakan-gerakan dalam mesa sebagai olahraga tradisional di Desa Demondei. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui triangulasi data yakni pengumpulan data reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, masyarakat Demondei memaknai mesa sebagai: upaya mempertahankan diri dari serangan musuh dan mengikat tali persaudaraan antara ribu ratu (masyarakat). Kedua, gerakan-gerakan dalam mesa meliputi: Nuluyem Nolho (sikap awal), Tubuk (pukulan), Erem (mengelak) dan Hode limakha (jabat tangan). Ketiga, mesa sebagai salah satu jenis olahraga tradisional mengandung nilai kebersamaan, kejujuran, tanggung jawab, sikap lapang dada, sikap menerima kekalahan, ketangkasan. 
Sosialisasi CTPS dengan Metode Gerak dan Lagu untuk Meningkatkan PHBS Siswa SDK Lewotala Antonius Harun Ruron; Kristoforus Ado Aran; Yeremias Mamu Sare
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sd5fd680

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), merupakan kebiasaan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar untuk mencegah penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan. Namun, masih banyak siswa yang belum mempraktikkan CTPS secara benar dan konsisten. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan CTPS pada siswa kelas III SDK Lewotala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 dengan melibatkan 15 siswa menggunakan metode sosialisasi dan praktik langsung melalui pendekatan gerak dan lagu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 87% siswa (13 dari 15) mampu menjawab pertanyaan pengetahuan tentang CTPS dengan benar, dan 73% siswa (11 dari 15) mampu mempraktikkan keenam langkah CTPS dengan urutan yang tepat, keduanya melampaui target ≥70% yang ditetapkan. Metode gerak dan lagu terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memudahkan siswa mengingat langkah-langkah CTPS. Disarankan agar sekolah menjadwalkan praktik cuci tangan rutin dan program serupa direplikasi di sekolah lain yang belum terjangkau program penyuluhan PHBS.
Meningkatkan Hasil Belajar Passing Atas Bola Volly Melalui Metode Bermain Dengan Bola Plastik Pada Siswa Kelas V di SD Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Yeremias Mamu Sare
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 2 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v2i1.45

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatan hasil belajar passing atas melalui metode bemain dengan bola plastik pada siswa kelas V di SD Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2023/2024. Subjek pada penelitian ini siswa kelas V di SD Kenotan tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 13 Orang yang terbagi atas 6 siswa putra dan 7 siswa putri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui tes dan pengukuran kemampuan passing atas dari observasi dan proses kegiatan pembelajaran. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II dari cara bermain passing atas bola voli metode bola plastik . Pada siklus I untuk rata-rata nilai diperoleh nilai sebesar 62.61% kemudian meningkat di siklus II menjadi 77% dengan kategori baik.
EFEKTIVITAS FESTIVAL SEPAK BOLA HERA HELUT CUP U-12 SEBAGAI WADAH IDENTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN BAKAT ATLETIK USIA DINI DI DAERAH PINGGIRAN Yeremias Mamu Sare; Kristoforus Ado Aran; Antonius Harun Ruron
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cb34a175

Abstract

Daerah pinggiran di Indonesia sering kali memiliki potensi bakat sepak bola usia dini yang melimpah, namun menghadapi kendala sistemik berupa fragmentasi ekosistem pembinaan dan minimnya kompetisi berjenjang yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas festival sepak bola lokal sebagai solusi kontekstual bagi masalah tersebut, dengan mengambil studi kasus pada Festival Sepak Bola Hera Helut Cup U-12 di Desa Sinar Hading, Kabupaten Flores Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 21 informan kunci (penyelenggara, pelatih, pemain, pencari bakat, dan perwakilan pemerintah), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival berhasil berperan ganda. Pertama, sebagai wahana identifikasi bakat yang efektif melalui mekanisme observasi multi-aktor selama kompetisi, yang berhasil memetakan puluhan pemain potensial dan menyoroti bakat unggul. Kedua, sebagai wahana pengembangan bakat yang holistik, dimana festival menciptakan lingkungan belajar kontekstual untuk mengasah aspek taktis, mental, dan motivasi intrinsik peserta, sekaligus membangun jejaring kolaboratif antar pelatih. Ketiga, festival berfungsi sebagai katalisator kelembagaan yang mempersatukan ekosistem sepak bola yang terfragmentasi dan menarik keterlibatan multi-pihak. Namun, temuan juga mengungkap tantangan keberlanjutan, terutama terkait kerentanan model pendanaan yang bergantung pada sponsor dan belum adanya instrumen asesmen bakat yang terstandar. Disimpulkan bahwa festival sepak bola lokal merupakan strategi grassroots yang efektif dan dapat direplikasi sebagai titik awal (starting point) pembinaan terpadu di daerah pinggiran. Implikasi praktisnya, diperlukan langkah institusionalisasi, diversifikasi sumber pendanaan, dan pengembangan alat asesmen sederhana untuk mentransformasi festival dari event insidental menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan.