Rindi Astika Yuliana
LP3I College Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK INTEGRATIF: STUDI LITERATUR Rindi Astika Yuliana; Muhammad Edy Susanto
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v6i1.9986

Abstract

ABSTRACT Early Childhood Education (ECE) plays a strategic role in building a comprehensive foundation for children’s development. The holistic integrative approach is an important strategy to improve the quality of ECE services as it integrates education, health, nutrition, protection, and caregiving aspects in a unified and sustainable manner. This study aims to analyze the strengthening of ECE quality through a holistic integrative approach based on a literature review of the last five years. The method used is a literature review by examining relevant and credible national and international scientific articles. The findings show that this approach can enhance children’s cognitive, social-emotional, and physical development, as well as strengthen collaboration among educational institutions, families, and communities in a synergistic way. However, its implementation still faces various challenges, such as limited resources, educator competencies, and suboptimal service integration in practice. Therefore, strengthening strategies are needed through improving educator capacity, learning innovation, and continuous cross-sector collaboration to realize high-quality, effective, inclusive, and sustainable ECE services in supporting optimal child development. ABSTRAK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam membangun fondasi perkembangan anak secara menyeluruh. Pendekatan holistik integratif menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD karena mengintegrasikan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, dan pengasuhan anak secara terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kualitas PAUD melalui pendekatan holistik integratif berdasarkan kajian literatur lima tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dan kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan fisik anak, serta memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat secara sinergis. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kompetensi pendidik, serta belum optimalnya integrasi layanan di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui peningkatan kapasitas pendidik, inovasi pembelajaran, dan sinergi lintas sektor secara berkelanjutan untuk mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, efektif, inklusif, dan berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Body Image, Kepercayaan Diri, dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswi Perguruan Tinggi Rindi Astika Yuliana; Kristina Samca Susi
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara body image, kepercayaan diri, dan quarter life crisis pada mahasiswa perempuan. Perkembangan media sosial dan standar kecantikan modern berpengaruh signifikan terhadap persepsi mahasiswa terhadap penampilan fisik. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kepercayaan diri, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental serta memicu quarter life crisis pada masa dewasa awal. Quarter life crisis ditandai dengan kecemasan masa depan, tekanan sosial, ketidakpastian karier, dan rendahnya kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 30 mahasiswi LP3I College Yogyakarta pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan mengalami ketidakpuasan terhadap penampilan fisik akibat standar kecantikan media sosial dan lingkungan kampus. Hal ini memengaruhi kepercayaan diri dalam interaksi sosial, akademik, dan relasi. Selain itu, rendahnya kepercayaan diri turut berkontribusi terhadap quarter life crisis. Penelitian ini menyimpulkan adanya keterkaitan erat antarvariabel tersebut.
PENDIDIKAN SEKS DI SMPN: MEMBANGUN KESADARAN DAN PEMAHAMAN REMAJA Rindi Astika Yuliana; Linda Ardiya Waroka
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.9990

Abstract

ABSTRACT Sex education in Indonesia remains a controversial issue, particularly at the junior high school level, resulting in limited adolescent understanding of reproductive health. This study aims to analyze how sex education at SMPN X Yogyakarta fosters adolescents’ awareness and understanding, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employs a qualitative approach with a case study design, involving one guidance counselor and four ninth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that prior to formal sex education, students had very limited knowledge and were largely influenced by inaccurate information from peers and social media. The implementation of sex education in schools has been shown to improve students’ understanding of reproductive health, correct misconceptions, and promote more responsible behavior, such as the ability to resist peer pressure and increased self-awareness. However, its implementation still faces several challenges, including social stigma, embarrassment, limited instructional time, and cultural as well as institutional constraints. Therefore, a more comprehensive and interactive approach, along with support from parents and educational policies, is needed to enhance the effectiveness of sex education in schools. ABSTRAK Pendidikan seks di Indonesia masih menjadi isu kontroversial, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan seks di SMPN X Yogyakarta membangun kesadaran dan pemahaman remaja, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu guru BK dan empat siswa kelas IX yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan pendidikan seks formal, siswa memiliki pengetahuan yang sangat terbatas dan cenderung dipengaruhi oleh informasi yang tidak akurat dari teman sebaya dan media sosial. Implementasi pendidikan seks di sekolah terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan reproduksi, meluruskan miskonsepsi, serta membentuk perilaku yang lebih bertanggung jawab, seperti kemampuan menolak tekanan teman sebaya dan meningkatkan kesadaran diri. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan, seperti stigma sosial, rasa malu, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh budaya dan kebijakan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, interaktif, serta dukungan dari orang tua dan kebijakan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan seks di sekolah.