Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat sikap petani terhadap pemanfaatan tanaman refugia sebagai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) padi sawah di Kecamatan Banda Mulia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang mencakup skala Likert empat poin. Sampel terdiri atas 36 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposif. Variabel sikap diukur menggunakan 15 butir pernyataan valid yang mencakup tiga komponen model sikap tricomponent, yaitu komponen kognitif (butir 1-5), afektif (butir 6-10), dan konatif (butir 11-15) mengacu pada teori Azwar (2016). Pengkategorian menggunakan garis kontinum Sugiyono (2019) dengan kriteria: Sangat Baik (76%), Baik (51-75%), Cukup (26-50%), dan Kurang (25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor aktual sikap petani secara keseluruhan adalah 1.799 dari skor maksimum 2.160 dengan persentase 83,29% berkategori Sangat Baik. Ketiga komponen sikap seluruhnya berada pada kategori Sangat Baik, meliputi kognitif 83,47%, afektif 82,36%, dan konatif 84,03%. Selain itu, 97,22% responden (35 dari 36) menunjukkan sikap keseluruhan Sangat Baik. Hasil ini mengindikasikan bahwa program penyuluhan yang dirancang berhasil membentuk sikap positif yang utuh pada sasaran petani, mencakup dimensi pemahaman, respon emosional, dan kecenderungan bertindak. Tingginya skor komponen konatif mengonfirmasi bahwa pemahaman dan perasaan positif diterjemahkan menjadi kecenderungan nyata untuk menerapkan PHT berbasis refugia.