Bahasa memiliki peran penting dalam kegiatan jual beli di pasar tradisional karena menjadi sarana utama yang digunakan pedagang dan pembeli untuk berinteraksi, melakukan tawar-menawar, serta membangun hubungan sosial yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur dan strategi kesantunan yang digunakan oleh pedagang di Pasar MMTC Pancing dan Pasar Lau Dendang dalam berkomunikasi dengan pembeli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pedagang yang dipilih yang kemudian dianalisis melalui proses transkripsi, pengelompokan data, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang di kedua pasar menggunakan berbagai jenis tindak tutur, seperti tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, dan komisif dalam proses komunikasi dengan pembeli. Dalam menyapa pembeli, pedagang menggunakan sapaan yang santun seperti “Kak”, “Bang”, “Ibu”, dan “Bapak” sebagai bentuk penghormatan. Pedagang di Pasar Lau Dendang cenderung lebih luwes dan akrab dalam berinteraksi dibandingkan pedagang muda di Pasar MMTC Pancing yang masih menunjukkan rasa canggung dalam komunikasi. Dalam menghadapi tawaran harga yang terlalu rendah, pedagang menggunakan strategi kesantunan positif dengan memberikan alasan yang logis dan menawarkan harga tanpa menyinggung perasaan pembeli. Selain itu, dalam menangani komplain dan barang rusak, pedagang menunjukkan sikap terbuka, menggunakan bahasa yang sopan, serta menghindari kata-kata yang bernada kasar atau merendahkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur yang tepat dan strategi kesantunan yang baik berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang harmonis, menjaga hubungan sosial antara pedagang dan pembeli, serta mendukung keberhasilan transaksi di pasar tradisional.