Sharly Maynajwa Putri
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemasangan Reflektor Jalan Berbasis Bahan Sederhana (Pipa Paralon) sebagai Solusi Keselamatan di Desa Cupak (Studi Kasus: Jorong Panyalai, Dusun Lembang Jao) Andria Catri Tamsin; Muhammad Fajar; Melly Purwaningsih; Fitra Safitri; Sharly Maynajwa Putri; Roni Gunzalez
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan fasilitas keselamatan jalan masih menjadi permasalahan umum di wilayah pedesaan, termasuk di Jorong Panyalai, Dusun Lembang Jao, Desa Cupak. Ruas jalan di wilayah tersebut memiliki kondisi minim penerangan, tidak dilengkapi marka maupun reflektor jalan, serta terdapat beberapa tikungan tajam yang berpotensi menimbulkan kecelakaan terutama pada malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemasangan reflektor jalan berbasis pipa paralon sebagai solusi keselamatan yang murah, mudah dibuat, dan sesuai diterapkan di lingkungan desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, identifikasi titik rawan kecelakaan, pembuatan dan pemasangan reflektor, evaluasi kondisi sebelum dan sesudah pemasangan, serta wawancara dengan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reflektor berbahan pipa paralon mampu meningkatkan visibilitas jalan pada malam hari melalui pantulan cahaya lampu kendaraan dengan jarak pandang sekitar 20–50 meter. Selain itu, masyarakat merasakan peningkatan rasa aman dan kenyamanan saat melintas pada malam hari. Dari sisi ekonomi, reflektor ini memiliki biaya pembuatan rendah, bahan mudah diperoleh, serta perawatan yang sederhana. Dengan demikian, reflektor jalan berbasis pipa paralon terbukti efektif sebagai inovasi keselamatan jalan desa dan layak dikembangkan pada wilayah lain yang memiliki keterbatasan infrastruktur serupa