Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan instrumen tes kondisi fisik terstandar serta memetakan profil kondisi fisik atlet bola tangan Kabupaten Lampung Utara sebagai dasar pembinaan dan perancangan program latihan berbasis data. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri dari 32 atlet bola tangan (18 putra dan 14 putri) berusia 16–24 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen tes yang digunakan meliputi pengukuran antropometri, kapasitas anaerobik (vertical jump, standing broad jump, sprint 30 meter), kapasitas aerobik (Yo-Yo Intermittent Recovery Test), kekuatan (grip strength dan medicine ball throw), kelincahan (T-test dan Illinois agility run), serta fleksibilitas (sit and reach test). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi untuk menggambarkan profil kondisi fisik atlet serta hubungan antar komponen fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet bola tangan Lampung Utara secara umum berada pada kategori cukup hingga baik. Komponen kelincahan dan kekuatan genggaman merupakan aspek fisik yang paling berkembang, sementara kapasitas aerobik menjadi komponen terendah dengan mayoritas atlet berada pada kategori cukup ke bawah. Selain itu, terdapat perbedaan karakteristik kondisi fisik berdasarkan posisi bermain serta hubungan signifikan antar beberapa komponen fisik utama. Temuan ini menegaskan pentingnya pemetaan kondisi fisik atlet secara komprehensif sebagai landasan dalam penyusunan program latihan yang spesifik, terukur, dan berkelanjutan guna meningkatkan performa atlet serta mendukung proses pembinaan prestasi bola tangan di Lampung Utara.