Kombinasi parasetamol, guaifenesin, dan klorfeniramin maleat dan sering digunakan untuk meringankan gejala flu dan batuk pada anak-anak. Penetapan kadar ketiga senyawa dalam sediaan memerlukan metode yang simultan dan valid, salah satunya yaitu metode analisis KCKT. Tujuan penelitian ini adalah validasi metode KCKT untuk analisis campuran parasetamol, guaifenesin dan klorfeniramin maleat serta mengaplikasikannya dalam sediaan sirup flu dan batuk. Pengembangan metode analisis dilakukan pada aspek panjang gelombang deteksi dan komposisi fase gerak. Penelitian ini menggunakan KCKT (Jasco) dengan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 265 nm, fase diam C18 berukuran 125 mm x 4,6 mm dan fase gerak berupa campuran metanol: air: asetonitril (75:15:10 v/v/v) dengan laju alir 1 mL/menit. Uji validasi meliputi parameter linieritas, akurasi, presisi, selektivitas, dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode analisis dapat dikembangkan dan tervalidasi dengan memenuhi semua persyaratan parameter yang diujikan serta dapat diaplikasi pada sirup obat batuk. Uji validasi pada parameter linieritas menunjukkan metode linier untuk analisis ketiga senyawa dengan nilai koefisien korelasi parasetamol, guaifenesin, dan klorfeniramin berturut-turut adalah 0,999; 0,998; dan 0,999 (r> 0,995). Uji presisi ketiga senyawa menghasilkan nilai %RSD ≤ 2%. Uji akurasi menghasilkan nilai perolehan kembali yang baik pada rentang 98-102%. Uji selektivitas menghasilkan pemisahan yang baik dengan nilai daya resolusi ≥ 1,5. Uji sensitivitas menghasilkan nilai LOD dan LOQ parasetamol sebesar 2,20 µg/mL dan 7,33 µg/mL, LOD dan LOQ guaifenesin sebesar 1,27 µg/mL dan 4,24 µg/mL, serta LOD dan LOQ klorfeniramin maleat sebesar 0,05 µg/mL dan 0,18 µg/mL. Hasil penetapan kadar parasetamol, guaifenesin, dan klorfeniramin maleat menggunakan metode yang telah dikembangkan berturut-turut adalah 100,36%, 100,25% dan 100,04%. Kandungan ketiga senyawa memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.