Latar Belakang: Angka kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) di Indonesia masih tinggi, dengan salah satu bentuk yang sering terjadi adalah phlebitis. Prevalensi phlebitis mencapai 2,2%, menunjukkan perlunya perhatian terhadap pencegahan komplikasi akibat pemasangan infus. Tujuan: untuk mengetahui hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit X Bekasi. Metode: Penelitian ini akan menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross sectional. Penelitian telah dilakukan di RS X Bekasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perawat pelaksana yang berdinas di ruangan X Rumah Sakit X Bekasi sebanyak 95 perawat dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden menggunakan tehnik Purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi penerapan bundle Phlebitis dan lembar observasi kejadian phlebitis yang telah dilakukan uji kappa dengan hasil 1,000 dengan kategori sangat baik. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden penerapan bundle phlebitis patuh sebanyak 88,2% dan tidak phlebitis sebanyak 88,2%. Hasil uji chi square menunjukan bahwa nilai p value 0,003 (p value ≤ 0,05) yang artinya ada hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis. Kesimpulan: ada hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit X. Penerapan bundle phlebitis yang optimal dapat dijadikan sebagai strategi penting dalam upaya menurunkan angka kejadian phlebitis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, khususnya pada pasien dengan terapi intravena. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan variabel paling signifikan yang terkait dengan kejadian phlebitis.