Titik Sukamti
Universitas Bani Saleh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENERAPAN BUNDLE PHLEBITIS DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS DI RUMAH SAKIT X BEKASI Titik Sukamti; Nur Miladiyah Rahmah; Muftadi Muftadi
FKF Vol 1 No 02 (2024): JHPS. September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs) di Indonesia masih tinggi, dengan flebitis sebagai salah satu jenis yang paling umum. Di Provinsi Jawa Barat, prevalensi flebitis mencapai 2,2%, menunjukkan perlunya perhatian lebih besar dalam mencegah komplikasi yang terkait dengan pemasangan kateter intravena.Tujuan: Untuk menentukan korelasi antara implementasi paket perawatan flebitis dan kejadian flebitis. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan analitis dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan. Populasi terdiri dari 95 perawat yang menerapkan protokol di Ruang X, dengan total sampel 34 responden yang dipilih melalui sampling purposif. Alat yang digunakan adalah lembar observasi implementasi paket perawatan flebitis dan lembar observasi insidensi flebitis, keduanya diuji menggunakan uji kappa dan menghasilkan hasil 1.000, dikategorikan sebagai excellent. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden (88,2%) mematuhi implementasi paket perawatan flebitis dan 88,2% pasien tidak mengalami flebitis. Uji Chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,003 (p ≤ 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara implementasi paket perawatan flebitis dan insidensi flebitis. Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara implementasi paket perawatan flebitis dan insidensi flebitis. Implementasi optimal paket perawatan flebitis dapat menjadi strategi penting untuk mengurangi insidensi flebitis dan meningkatkan kualitas perawatan keperawatan, terutama pada pasien yang menjalani terapi intravena.
Hubungan Penerapan Bundle Phlebitis dengan Kejadian Phlebitis di Rumah Sakit X Bekasi Titik Sukamti; Nur Miladiyah Rahmah; Muftadi
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 3 (2026): Juni (on going)
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/4jjtph21

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) di Indonesia masih tinggi, dengan salah satu bentuk yang sering terjadi adalah phlebitis. Prevalensi phlebitis mencapai 2,2%, menunjukkan perlunya perhatian terhadap pencegahan komplikasi akibat pemasangan infus. Tujuan: untuk mengetahui hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit X Bekasi. Metode: Penelitian ini akan menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross sectional. Penelitian telah dilakukan di RS X Bekasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perawat pelaksana yang berdinas di ruangan X Rumah Sakit X Bekasi sebanyak 95 perawat dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden menggunakan tehnik Purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi penerapan bundle Phlebitis dan lembar observasi kejadian phlebitis yang telah dilakukan uji kappa dengan hasil 1,000 dengan kategori sangat baik. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden penerapan bundle phlebitis patuh sebanyak 88,2% dan tidak phlebitis sebanyak 88,2%. Hasil uji chi square menunjukan bahwa nilai p value 0,003 (p value ≤ 0,05) yang artinya ada hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis. Kesimpulan: ada hubungan penerapan bundle phlebitis dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit X. Penerapan bundle phlebitis yang optimal dapat dijadikan sebagai strategi penting dalam upaya menurunkan angka kejadian phlebitis dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, khususnya pada pasien dengan terapi intravena. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan variabel paling signifikan yang terkait dengan kejadian phlebitis.